Indonesia sebagai negara kepulauan terluas di dunia memiliki potensi kekayaan dan keindahan alam bawah lautnya, termasuk diantaranya kehidupan terumbu karang dan keanekaragaman hayatinya. Hanya saja, dokumentasi mengenai eksplorasi bawah laut sebagian besar masih dilakukan oleh bangsa asing. Hal ini patut disayangi, mengingat jika National Geographics, di tahun tahun mendatang hanya memfokuskan untuk melakukan eksplorasi di wilayah Afrika, Indonesia dan Papua Nuigini. Ini menunjukkan justru orang asing sendiri yang pada akhirnya memiliki dokumentasi kekayaan alam bawah laut Indonesia.
Pada 9 Februari 2010 Apple merilis Aperture 3. Software canggih untuk para photographer. Ada 200+ fitur baru yang diklaim, tapi tidak semuanya berguna buat saya, disamping itu dengan support 64-bit membuat Aperture 3 semakin berat.
Post-process sangat menentukan hasil akhir dari photo infrared. Dari yang paling simple yaitu hanya butuh color swap, sampai masking untuk mengangkat warna tertentu lebih detail.
Apa itu fotografi macro? Menurut Wikipedia dan beberapa sumber lain, istilah fotografi macro diartikan sebagai teknik fotografi untuk mencapture objek, khususnya objek-objek kecil secara close-up sehingga hasilnya dapat terlihat dengan jelas dan detail jika dibandingkan dengan teknik fotografi yang biasa (fotografi micro).
Sebuah photo mempunyai nilai seni ketika sang photographer dengan cerdas mengemas framing-nya, setidaknya begitulah menurut saya. “Draw Attention” itulah intinya. Framing dalam photography bisa dilakukan dengan bermacam gaya, dan biasanya tergantung pada “foreground” di sekitar object.