<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>VISUALmagz: Your Creative Booster &#187; Photography</title>
	<atom:link href="http://visualmagz.com/category/photography/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://visualmagz.com</link>
	<description>VISUALmagz: Your Creative Booster</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 May 2010 10:57:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Interview dengan Mas Iman Brotoseno tentang Underwater Photography</title>
		<link>http://visualmagz.com/photography/interview-dengan-mas-iman-brotoseno-tentang-underwater-photography/</link>
		<comments>http://visualmagz.com/photography/interview-dengan-mas-iman-brotoseno-tentang-underwater-photography/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 10:33:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualmagz.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia sebagai negara kepulauan terluas di dunia memiliki potensi kekayaan dan keindahan alam bawah lautnya, termasuk diantaranya kehidupan terumbu karang dan keanekaragaman hayatinya. Hanya saja, dokumentasi mengenai eksplorasi bawah laut sebagian besar masih dilakukan oleh bangsa asing. Hal ini patut disayangi, mengingat jika National Geographics, di tahun tahun mendatang hanya memfokuskan untuk melakukan eksplorasi di wilayah Afrika, Indonesia dan Papua Nuigini. Ini menunjukkan justru orang asing sendiri yang pada akhirnya memiliki dokumentasi kekayaan alam bawah laut Indonesia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://blog.imanbrotoseno.com" target="_blank"><img class="border left" title="Iman Brotoseno" src="http://blog.imanbrotoseno.com/wp-content/uploads/2008/03/iman-face.jpg" alt="" width="140" height="140" /></a><a title="Iman Brotoseno" href="http://imanbrotoseno.com/" target="_blank">Iman Brotoseno</a> (Indonesia Film Director and Photographer)<br />
</strong><br />
<em>Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do &#8230;</em> (source: <a title="Iman Brotoseno Weblog" href="http://blog.imanbrotoseno.com" target="_blank"><strong>blog.imanbrotoseno.com</strong></a>)</p>
<h3>Mas Iman, kalau saya lihat di website Mas Iman, Mas Iman &#8216;mendeklarasikan diri&#8217; sebagai underwater photographer, apakah ada alasan khusus mengapa memilih bidang ini?</h3>
<p>Indonesia sebagai negara kepulauan terluas di dunia memiliki potensi kekayaan dan keindahan alam bawah lautnya, termasuk diantaranya kehidupan terumbu karang dan keanekaragaman hayatinya. Hanya saja, dokumentasi mengenai eksplorasi bawah laut sebagian besar masih dilakukan oleh bangsa asing.  Hal ini patut disayangi, mengingat jika National Geographics, di tahun tahun mendatang hanya memfokuskan untuk melakukan eksplorasi di wilayah Afrika, Indonesia dan Papua Nuigini.  Ini menunjukkan justru orang asing sendiri yang pada akhirnya memiliki dokumentasi kekayaan alam bawah laut Indonesia.<br />
Saya tergerak untuk lebih mendalami bidang yang masih sedikit sekali digeluti photographer bangsa sendiri.<br />
<a href="http://imanbrotoseno.com/media/UPG/coral garden/IB-UPG2006-6-maumere coral garden.jpg"><img class="centerimg" title="Maumere Coral Garden" src="http://imanbrotoseno.com/media/UPG/coral garden/IB-UPG2006-6-maumere coral garden.jpg" alt="Maumere Coral Garden" width="648" height="463" /></a><br />
<a href="http://imanbrotoseno.com/media/UPG/coral garden/IB-UPG2006-5-covered by sea fans.jpg"><img class="centerimg" title="Covered By Sea Fans" src="http://imanbrotoseno.com/media/UPG/coral garden/IB-UPG2006-5-covered by sea fans.jpg" alt="Covered By Sea Fans" width="648" height="463" /></a></p>
<h3>Dari pengalaman Mas Iman selama menjadi underwater photographer, apa sih perbedaan yang paling mencolok antara bidang ini dengan bidang photography lainnya?</h3>
<p>Fotografer bawah laut harus memiliki  kemampuan menyelam yang baik. Bahkan diatas rata rata. Saya menyelam diatas seratus kali baru berani membawa kamera ke bawah laut.  Ditambah hal hal yang bisa membuat stress ketika melakukan pemotretan seperti, arus air – current, ombak. Seorang fotografer harus membebaskan dari rasa kuatir ketika ia memasuki dunia bawah laut. Tidak seperti pemotretan di darat yang bisa dilakukan seharian penuh tanpa beristirahat. Memotret di dalam air mempunyai batasan batasan waktu yang disesuaikan dengan profile penyelaman kita.  Dalam menyelam kita tergantung dengan jumlah pasokan udara di tabung yang kita bawa. Sebagaimana prinsip penyelaman, bahwa semakin dalam kita menyelam, konsumsi kebutuhan oksigen semakin cepat dan boros yang dikarenakan tekanan air laut yang semakin besar pula.  Sehingga dengan rata rata waktu penyelaman sekitar 1 jam saja, seorang kameramen penyelam harus sudah kembali kepermukaan, dan mempunyai surface interval yang cukup sebelum bisa kembali menyelam. Mengapa membutuhkan masa istirahat atau interval yang cukup? Karena udara yang kita hirup dari tabung, tidak berisi oksigen murni melainkan kombinasi campuran dengan nitrogen (umumnya kadar oksigen hanya 21 % dan sisanya 79 % terdiri dari nitrogen).  Semakin lama dan semakin dalam kita menyelam , semakin banyak pula kadar nitrogen yang terserap ke dalam tubuh kita, sehingga kita membutuhkan beberapa waktu baik di <em>safety stop</em> setidaknya 5 meter dibawah air sebelum kembali kepermukaan, atau ketika sudah berada di permukaan. Ini untuk memberikan nitrogen yang terserap ke dalam tubuh perlahan mengalir keluar dari tubuh kita.  Logikanya semakin lama kita menyelam , berarti akumalasi nitrogen yang terserap di tubuh kita semakin banyak, dan hal ini bisa berakibat fatal jika tidak terbuang keluar, seperti kelumpuhan bahkan kematian.</p>
<p><a href="http://imanbrotoseno.com/media/UPG/macro/IB-UPG2006-34-mantis shrimp.jpg"><img class="centerimg" title="Mantis Shrimp" src="http://imanbrotoseno.com/media/UPG/macro/IB-UPG2006-34-mantis shrimp.jpg" alt="Mantis Shrimp" width="648" height="463" /></a></p>
<p><a href="http://imanbrotoseno.com/media/UPG/macro/IB-UPG2006-33-macro of soft coral.jpg"><img class="centerimg" title="Macro of Sot Coral" src="http://imanbrotoseno.com/media/UPG/macro/IB-UPG2006-33-macro of soft coral.jpg" alt="Macro of Sot Coral" width="648" height="463" /></a></p>
<h3>Untuk masalah gadget gimana Mas Iman? Gadget seperti apa yang harus disiapkan untuk melakukan underwater photography?</h3>
<p>Masalah gadget, yang pasti harus memiliki <em>camera housing</em> (tergantung jenis camera, dari<em> compact camera</em> sampai DSLR). Kemudian lampu <em>strobe </em>(flash). Jenis kamera. Jaman dahulu kamera bawah air dibuat khusus. Namun sesuai perkembangan jaman, sekarang kamera yang biasa dipakai di darat (pocket, DSLR/ SLR , compact) bisa dibawa ke bawah laut dengan memakai <em>housing </em>khusus. Untuk jenis <em>housing </em>DSLR/SLR , memakai port yang berbeda untuk pemakaian lensa yang berbeda pula.</p>
<h3>Apa saja tantangan yang dihadapi oleh Mas Iman ketika melakukan sesi underwater photography?</h3>
<p>Karena sebuah seni dari <em>underwater photography</em> adalah <strong>bagaimana memadukan menyelam dengan kemampuan teknis mengambil gambar dengan kamera</strong>. Sebagai contoh, seorang penyelam berpengalaman akan mampu mengatur persediaan udara di tabungnya selama mungkin dengan pola pernafasan tertentu, bagaimana bermanuver di bawah air sambil membawa kamera seandainya timbul arus deras, sampai bagaimana bisa mendekati obyek hewan tanpa membuat mereka lari menghindar. Juga mengatur framing sebuah object, sambil mengatur posisi badan agar bisa bertahan stabil, tidak naik turun yang tentu saja akan membuat gambar  menjadi shaking atau tidak stabil. Pengetahuan tentang habitat dunia bawah laut. Apakah biota ini menyengat atau tidak.  Hewan buas atau tidak, Sebagian ikan hanya keluar pada waktu dan jam tertentu dari persembunyiannya di balik karang.  Memotret biota yang pemalu kadang bisa membuat frustasi.  Banyak membaca tentang literature biota bawah laut serta bantuan pemandu lokal kita akan mendapatkan foto-foto yang bagus. Pencahayaan merupakan teknik yang paling sulit. Perlu diketahui karena prinsip prinsip dasar spectrum cahaya sinar matahari yang masuk ke dalam air, membuat sebagian warna perlahan lahan menghilang semakin dalam kita menyelam.  Warna merah akan menghilang di kedalam 5 meter, lalu kuning di kedalaman 10 meter, sampai akhirnya tinggal warna biru dan hijau saja diatas kedalaman 18 meter. Untuk itu diperlukan sumber cahaya untuk memunculkan kembali warna warna yang hilang. Saya memakai 2 buah strobe untuk wide angle, sementara macro bisa butuh satu lampu, walau kadang kita bisa mengkombinasikan dengan dua lampu strobe yang berbeda intensitas kekuatan cahayanya.  Untuk <em>wide angle</em>, kita harus mengkombinasikan antara <em>avalailable light</em> (cahaya matahari yang masuk) dengan <em>fill in</em> dari lampu strobe. Karena cahaya hanya bisa merambat dalam jarak pendek di dalam air. Kita tidak mungkin menerangi seluruh area.</p>
<p><a href="http://imanbrotoseno.com/media/UPG/fashion underwater/IB-UPG2006-26-esther.jpg"><img class="centerimg" title="Fashion Underwater - Esther" src="http://imanbrotoseno.com/media/UPG/fashion underwater/IB-UPG2006-26-esther.jpg" alt="Fashion Underwater - Esther" width="648" height="463" /></a></p>
<p><a href="http://imanbrotoseno.com/media/UPG/fashion underwater/IB-UPG2006-27-esther2.jpg"><img class="centerimg" title="Fashion Underwater - Esther" src="http://imanbrotoseno.com/media/UPG/fashion underwater/IB-UPG2006-27-esther2.jpg" alt="Fashion Underwater - Esther" width="648" height="463" /></a></p>
<h3>Misal ada pembaca yang ingin melakukan sesi underwater photography, tips dari Mas Iman apa saja?</h3>
<p>Waktu pemotretan di bawah laut, sangat tergantung dengan kondisi laut itu sendiri seperti sinar matahari, <em> visibility</em> atau jarak pandang, arus, serta waktu yang tepat. Kita harus tahu musim atau prediksi cuaca pada saat penyelaman dilakukan. <em>Visibility </em>di dasar laut,bisa suatu saat hanya berkisar 3 meter tetapi disuatu waktu dalam kondisi yang lain, bisa mencapai jarak katakanlah 40 meter.  Tentu saja semakin bagus <em>visibility </em>akan membuat gambar yang dihasilkan semakin indah .Menurut pengalaman saya, mengambil gambar <em>wide </em>adalah pagi hari, ketika pasokan cahaya matahari berlimpah.  Karena jika semakin siang dan sore, pasokan intensitas cahaya matahari sudah mulai berkurang , dan kondisi air laut juga sudah menjadi low tide atau surut, yang membuat banyak partikel partikel terangkat sehingga bisa air cenderung keruh dan  membuat visibility berkurang.  Pemfocusan akurat kadang sulit dilakukan, karena refraksi sinar dibawah air yang membuat obyek tampak lebih dekat dan lebih besar dari aslinya. Hal itu harus diperhitungkan.  Saya sering memakai manual <em>focus </em>atau <em>auto</em>.  Pemotretan juga bisa dilakukan dengan mode manual , atau dengan mode <em>aperture priority</em> (prioritas pada diafragma) yang dianjurkan untuk mendapatkan <em>depth of field</em> terbaik memotret <em>wide angle</em>.</p>
<h3>Ide eksperimen underwater photography seperti apa nih yang menjadi impian/rencana Mas Iman?</h3>
<p>Idea apa/eksperimen apa yang ingin dilakukan?  Sepertinya banyak. Karena ide ide itu tak ada batasnya. Mulai dari simpel sampai hal hal yang dianggap ‘ gila ‘ atau mustahil. Di luar negeri, umumnya photography under water tidak melulu laut. Sudah merupakan bidang disain advertising.  Lihat saja web sitenya <a title="Zena Holloway" href="http://www.zenaholloway.com/zena.html" target="_blank">http://www.zenaholloway.com/zena.html</a>.</p>
<h3>Last question nih Mas&#8230; Bagaimana komentar Mas Iman tentang situs VisualMagz.com?</h3>
<p>Situs yang bermanfaat, karena memang masih sedikit situs yang memberikan inspirasi tentang dunia <em>creative</em>. Sepertinya pas dengan tagline ‘ your creative booster ‘.</p>
<p>Terimakasih banyak atas kesediaan Mas Iman Brotoseno untuk berbagi ilmu tentang Underwater Photography.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualmagz.com/photography/interview-dengan-mas-iman-brotoseno-tentang-underwater-photography/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aperture 3</title>
		<link>http://visualmagz.com/photography/aperture-3/</link>
		<comments>http://visualmagz.com/photography/aperture-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 13:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>den</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualmagz.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Pada 9 Februari 2010 Apple merilis <strong><a href="http://www.apple.com/aperture/">Aperture 3</a></strong>. Software canggih untuk para photographer. Ada 200+ fitur baru yang diklaim, tapi tidak semuanya berguna buat saya, disamping itu dengan support 64-bit membuat Aperture 3 semakin berat. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.apple.com/aperture/"><img src="http://img.skitch.com/20100216-xkxjcf5iy5gf82b2gjtrsq4eu6.jpg" alt="Aperture 3" class="border" /></a></p>
<p>Pada 9 Februari 2010 Apple merilis <strong><a href="http://www.apple.com/aperture/">Aperture 3</a></strong>. Software canggih untuk para photographer. Ada 200+ fitur baru yang diklaim, tapi tidak semuanya berguna buat saya, disamping itu dengan support 64-bit membuat Aperture 3 semakin berat. Anda memerlukan 4GB ram agar dapat bekerja dengan mulus.</p>
<p>Setelah 3 hari meng-install versi trial-nya, saya bisa membuat kesimpulan bahwa saya tidak perlu pindah ke software serupa: Adobe Lightroom.</p>
<h3>Fitur Baru</h3>
<p>Berikut ini adalah fitur-fitur yang sangat berguna buat saya.</p>
<h4>1. Brush</h4>
<p>Sekarang anda bisa menggunakan Brush layaknya Photoshop. Semua tool untuk mengedit gambar dapat ditemukan pada &#8220;Adjustment&#8221;. Anda bisa mengatur ukuran, kehalusan dan kepekatan setiap brush-nya<br />
<img src="http://img.skitch.com/20100216-1gcxp211uan3e1i72brn29f3r5.jpg" alt="Aperture 3 - Brush" class="border" /></p>
<h4>2. Kaya Pengaturan Gambar</h4>
<p>Brush adalah salah satu dari 39 fitur baru pengaturan gambar. <a href="http://www.apple.com/aperture/features/#adjustments">Silahkan kunjungi untuk informasi lebih lengkap</a>.</p>
<h4>3. Slideshow yang Cantik</h4>
<p><img src="http://img.skitch.com/20100216-8d7cqjrhsnefgr9awg69nkcwrh.jpg" alt="Aperture 3 - Slideshow" class="border left" width="300" /> Saya menyukai slideshow pada Aperture 2, simple dan bersih. Tapi iPhoto mempunyai pilihan theme slideshow yang lebih banyak dan membuat saya cemburu.</p>
<p>Aperture 3 punya semua theme iPhoto dan 2 theme baru. Watercolor Panels dan Photo Edges. Setiap theme didesain dengan profesional, layout, judul dan transisi untuk menciptakan latar belakang yang istimewa untuk foto Anda.</p>
<ul>
<li>Kombinasi foto, suara dan video dalam sekali slideshow</li>
<li>Membuat dan mengedit soundtrak ber-layer</li>
<li>Mengatur waktu fade</li>
<li>Menambahkan judul, border dan warna</li>
</ul>
<div class="clear"></div>
<h4>4. Plugins</h4>
<p>Saya memakai plugin dari <a href="http://www.niksoftware.com/">NIK Software</a>, semuanya kompatibel dengan Aperture 3 walaupun untuk plugin tertentu (32-bit) mengharuskan Aperture restart lebih dahulu sebelum menggunakan plugin tersebut</p>
<h3>Fitur Baru Yang Tidak Diperlukan</h3>
<p>Berikut ini adalah fitur yang menurut saya tidak berguna (setidaknya buat saya)</p>
<h4>1. Faces</h4>
<p><img src="http://img.skitch.com/20100216-qdr7qxi9qfah4djsw55ushc61j.jpg" alt="Aperture 3 - Faces" class="border left" /> Faces secara otomatis mendeteksi foto anda. Sekali foto tersebut terdeteksi dan terindentifikasi maka Faces dapat mengenali wajahnya. Makin sering Faces digunakan makan akan semakin pintar dan akurat.</p>
<p>Saya mempunyai ribuan foto dan tidak punya waktu untuk menamai setiap wajah. Pernah sekali saya coba tapi berhenti kelelahan pada wajah ketujuh. </p>
<div class="clear"></div>
<h4>2. Places</h4>
<p><img src="http://img.skitch.com/20100216-1yjgeikycits7c1cge85wu8ni7.jpg" alt="Aperture 3 - Places" class="border left" /> Saya bukan traveler sejati. Saya traveling hanya 2 atau 3 kali keluar Bali dalam setahun. Sekali lagi, saya tidak punya waktu untuk nge-tag lokasi semua foto. Lihat screenshot, point-point tersebut otomatis dari hanya dari iPhone.</p>
<div class="clear"></div>
<h3>Catatan</h3>
<ul>
<li>Backup dahulu library Aperture 2 sebelum meng-install Aperture 3</li>
<li>Secara default, Aperture 3 akan membuat <code>Aperture 3 Trial Library.aplibrary</code>, library lama anda tidak akan disentuh</li>
<li>Setelah anda yakin, convert library lama dengan cara: [Preferences] &#8211; [General] &#8211; pilih &#8220;Library Location&#8221;</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualmagz.com/photography/aperture-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Photography Infrared Untuk Pemula</title>
		<link>http://visualmagz.com/photography/tips-photography-infrared-untuk-pemula/</link>
		<comments>http://visualmagz.com/photography/tips-photography-infrared-untuk-pemula/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:01:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>den</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualmagz.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Post-process sangat menentukan hasil akhir dari photo infrared. Dari yang paling simple yaitu hanya butuh color swap, sampai masking untuk mengangkat warna tertentu lebih detail.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://img.skitch.com/20091114-mwwyi8t4ufg8i9mpnenjct1yr9.jpg" alt="Contoh Infrared" class="border" width="500" /></p>
<p>Seminggu yang lalu kamera Canon 400D saya akhirnya datang juga setelah <em>dioprek</em> oleh <a href="http://myinfrared.net/">Pak Dibyo (myinfrared.net)</a>. Saya memilih versi <strong>Travel IR</strong> karena tidak ingin <em>post-process</em> yang ruwet. Pada infrared versi Travel IR ini tampaknya <em>skin tone</em> relatif normal, warna biru sangat kuat (langit) dan warna hijau berubah total (daun).</p>
<p><em>Post-process</em> sangat menentukan hasil akhir dari photo infrared. Dari yang paling simple yaitu hanya butuh color swap, sampai <em>masking</em> untuk mengangkat warna tertentu lebih detail. Pada kesempatan lain saya akan bahas secara detail bagaimana langkah-langkah <em>masking</em> dan <em>color selection</em> di Photoshop.</p>
<p>Berikut ini 2 hal yang patut diingat oleh pemula <em>infrared photography</em>:</p>
<ul>
<li><strong>Custom White balance</strong>. Memudahkan kamu mendapat warna yang lebih kontras sehingga memudahkan <em>post-process</em></li>
<li><strong>Color-Mixer</strong>, <strong>Hue/Saturation</strong> dan <strong>Color Balance</strong>. Kombinasi dari ketiga tool tersebut adalah dasar <em>post-process</em> di Photoshop</li>
</ul>
<p>Untuk photo <em>human interest</em>, beberapa photographer biasanya memilih untuk menetralkan <em>skin tone</em> kemudian bermain dengan warna lain sebagai foreground. Sedangkan variasi warna lebih mudah dimainkan untuk photo <em>landscape</em>. </p>
<h3>Inspirasi:</h3>
<ul>
<li><a href="http://www.flickr.com/search/?q=infrared+indonesia&#038;z=e&#038;ss=2&#038;s=int">Photo infrared Indonesia di Flickr</a></li>
<li><a href="http://gallery.cinfrared.net/">Cinfrared Gallery</a></li>
<li><a href="http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=562890">Versi-versi IR di fotografer.net</a></li>
</ul>
<p><img src="http://img.skitch.com/20091114-jiq2kiiw2r3ejp577dd31qnsb9.jpg" alt="Infrared portrait" class="border" width="500" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualmagz.com/photography/tips-photography-infrared-untuk-pemula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fotografi Macro: Mencapture Keindahan Objek (Kecil) Secara Close-Up</title>
		<link>http://visualmagz.com/photography/fotografi-macro-mencapture-keindahan-objek-kecil-secara-close-up/</link>
		<comments>http://visualmagz.com/photography/fotografi-macro-mencapture-keindahan-objek-kecil-secara-close-up/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 04:41:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualmagz.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu fotografi macro? Menurut Wikipedia dan beberapa sumber lain, istilah fotografi macro diartikan sebagai teknik fotografi untuk mencapture objek, khususnya objek-objek kecil secara close-up sehingga hasilnya dapat terlihat dengan jelas dan detail jika dibandingkan dengan teknik fotografi yang biasa (fotografi micro).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa itu fotografi macro? Menurut Wikipedia dan beberapa sumber lain, istilah fotografi macro diartikan sebagai teknik fotografi untuk mencapture objek, khususnya objek-objek kecil secara close-up sehingga hasilnya dapat terlihat dengan jelas dan detail jika dibandingkan dengan teknik fotografi yang biasa (fotografi micro). Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana fotografi macro dapat dilakukan? Fotografi macro dapat dilakukan dengan menggunakan lensa kamera yang memang dirancang khusus untuk fotografi macro atau dengan memanfaatkan fitur macro atau super macro yang ada dalam beberapa seri kamera digital. Pada artikel ini akan ditunjukkan bagaimana perbandingan hasil fotografi macro dengan lensa khusus atau fitur bawaan yang sudah ada di kamera digital.</p>
<h3>Fotografi Macro dengan Lensa Khusus</h3>
<p>Oke, sekarang kita lihat dahulu cara yang pertama, yaitu fotografi macro dengan menggunakan lensa khusus. Salah satu contoh lensa yang digunakan untuk fotografi macro adalah Canon EF 100mm f/2.8 USM Macro yang dapat Anda gunakan pada kamera DSLR Anda.</p>
<p><img class="centerimg" src="http://www.photozone.de/images/8Reviews/lenses/canon_100_28/lens.jpg" alt="" /></p>
<p>Bagaimanakah hasil fotografi macro dengan menggunakan lensa ini? Beberapa foto berikut adalah hasil fotografi macro yang dilakukan dengan menggunakan lensa di atas.</p>
<p><img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/macro/1957879431_56c495fbe9.jpg" alt="" /><br />
<img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/macro/2129954481_6fdbe06228.jpg" alt="" /><br />
<img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/macro/2132874674_a774ae0fd4.jpg" alt="" /><br />
<img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/macro/2792555068_dbd392b232.jpg" alt="" /></p>
<h3>Fotografi Macro dengan Fitur Macro atau Super Macro</h3>
<p>Seperti telah disebutkan di atas, selain dengan lensa khusus, fotografi macro juga dapat dilakukan dengan menggunakan fitur fotografi macro atau super macro yang sudah ada (bilt-in) di kamera digital. Salah satu kamera digital yang menyediakan fitur ini adalah Canon S5 IS.</p>
<p><img class="centerimg" src="http://www.usa.canon.com/app/images/PowerShot_2007/PS_S5IS/s5is_586x225.jpg" alt="" /></p>
<p>Hasil fotografi macro dengan cara ini dapat dilihat dari foto-foto berikut.</p>
<p><img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/macro/2467257406_e0eb5fecac_b_d.jpg" alt="" width="500" height="375" /><br />
<img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/macro/3062817202_89e418d166_b_d.jpg" alt="" width="500" height="375" /><br />
<img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/macro/3094869216_ed82811978_b_d.jpg" alt="" width="500" height="375" /><br />
<img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/macro/3512118508_8affeaab60_b_d.jpg" alt="" width="500" height="375" /><br />
<img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/macro/2611513173_cd57c36ebc_b_d.jpg" alt="" width="500" height="375" /><br />
<img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/macro/3073308019_3a2a86a63e_b_d.jpg" alt="" width="375" height="500" /></p>
<h3>Summary</h3>
<p>Fotografi macro mampu mencapture keindahan objek, khususnya objek-objek kecil secara jelas dan detail. Ada beberapa faktor teknis yang dapat mempengaruhi hasil fotografi macro ini, seperti Depth of Field dan Lighting. Depth of Field yang tepat dapat membuat objek yang difoto secara close-up fokusnya dapet sehingga semakin menambah keindahan objek. Sementara lighting yang tepat juga akan mempengaruhi hasil, karena ketika kita melakukan fotografi macro, jarak antara lensa dengan objek sangat dekat sehingga hal ini dapat menyebabkan kurangnya lighting.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualmagz.com/photography/fotografi-macro-mencapture-keindahan-objek-kecil-secara-close-up/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsep Framing Dalam Photography</title>
		<link>http://visualmagz.com/photography/konsep-framing-dalam-photography/</link>
		<comments>http://visualmagz.com/photography/konsep-framing-dalam-photography/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 05:37:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>den</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualmagz.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah photo mempunyai nilai seni ketika sang photographer dengan cerdas mengemas framing-nya, setidaknya begitulah menurut saya. “Draw Attention” itulah intinya. Framing dalam photography bisa dilakukan dengan bermacam gaya, dan biasanya tergantung pada “foreground” di sekitar object.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/dieyoung/3451396737/" title="Floating Market by dieyoung~, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3298/3451396737_da4b8a72e6.jpg" width="500" height="333" alt="Floating Market" class="border" /></a></p>
<p>Sebuah photo mempunyai nilai seni ketika sang photographer dengan cerdas mengemas framing-nya, setidaknya begitulah menurut saya. &#8220;Draw Attention&#8221; itulah intinya. Framing dalam photography bisa dilakukan dengan bermacam gaya, dan biasanya tergantung pada &#8220;foreground&#8221; di sekitar object. </p>
<p>Tidak berpengaruh kamera apa yang anda pakai, istilah &#8220;the man behind the gear&#8221; sangatlah berperan dalam hal ini. Bahkan hanya bermodal kamera film tustel atau Lomo / Holga, photo anda akan terlihat lebih menarik bila melakukan teknik framing dengan baik.</p>
<p>Ingat, istilah &#8220;frame&#8221; disini tidak selalu berati &#8220;bingkai&#8221; secara harafiah&#8221;.</p>
<h3>Beberapa tujuan menggunakan teknik framing</h3>
<ul>
<li>Menuntun mata untuk fokus pada point yang anda maksud.</li>
<li>Memberi pesan tentang sikon di sekitar object</li>
<li>Dengan bermain Depth Of Field memperjelas level object dengan fouregound</li>
</ul>
<p>Secara teknikal tidak ada batasan tertentu dalam membuat &#8220;framing&#8221;. Seringlah berlatih dan lebih jeli melihat ruang disekitar object anda.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/dieyoung/3418085247/" title="China Town After Midnight by dieyoung~, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3157/3418085247_b9564b1534_m.jpg" width="240" height="160" alt="China Town After Midnight" class="border" /></a> <a href="http://www.flickr.com/photos/kakilangit/3500440481/" title="Terminal 3"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3653/3500440481_44a1634174_m.jpg" width="240" height="160" alt="Terminal 3" class="border" /></a> <a href="http://www.flickr.com/photos/iyay/3004973357/" title="Escort"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3236/3004973357_6ffa808899_m.jpg" width="240" height="160" alt="Escort" class="border" /></a> <a href="http://www.flickr.com/photos/dieyoung/3692450215/" title="Night Market by dieyoung~, on Flickr"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2567/3692450215_bb69a1ec0a_m.jpg" width="240" height="160" alt="Night Market" class="border" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualmagz.com/photography/konsep-framing-dalam-photography/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
