<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>VISUALmagz: Your Creative Booster &#187; Web Design</title>
	<atom:link href="http://visualmagz.com/category/web-design/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://visualmagz.com</link>
	<description>VISUALmagz: Your Creative Booster</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 May 2010 10:57:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Kiprah Desainer Web Lokal di Online Marketplace ThemeForest</title>
		<link>http://visualmagz.com/web-design/kiprah-desainer-web-lokal-di-online-marketplace-themeforest/</link>
		<comments>http://visualmagz.com/web-design/kiprah-desainer-web-lokal-di-online-marketplace-themeforest/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 08:01:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualmagz.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Ide untuk menulis artikel ini berawal dari Status Twitter Collis Taed (Founder Envato) tentang Twicet Business &#038; Portfolio WordPress Theme yang berhasil membukukan penjualan sebesar $40.000 selama 3 bulan di Envato Marketplace. Informasi ini kemudian membuat penasaran, kira-kira ada tidak desainer web lokal (Indonesia) yang berkiprah di salah satu marketplace envato yaitu ThemeForest. Kalau ada, lalu seberapa "sukses" mereka menjual hasil karya desain web-nya di online marketplace ThemeForrest?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ide untuk menulis artikel ini berawal dari <a title="Collis Taed Twitter Status" href="http://twitter.com/collis/status/5193359938" target="_blank">Status </a><a title="Collis Taed Twitter Status" href="http://twitter.com/collis/status/5193359938" target="_blank">Twitter Collis Taed (Founder Envato)</a> tentang <strong><a title="Twicet Business &amp; Portfolio - WordPress ($40000 in 3 months)" href="http://themeforest.net/item/twicet-business-portfolio-wordpress-5-in-1/49773" target="_blank">Twicet Business &amp; Portfolio WordPress Theme</a> yang berhasil membukukan penjualan sebesar $40.000 selama 3 bulan di Envato Marketplace</strong>. Informasi ini kemudian membuat penasaran, kira-kira ada tidak desainer web lokal (Indonesia) yang berkiprah di salah satu marketplace envato yaitu <a title="ThemeForest Marketplace" href="http://themeforest.net" target="_blank">ThemeForest</a>. Kalau ada, lalu seberapa &#8220;sukses&#8221; mereka menjual hasil karya desain web-nya di online marketplace ThemeForrest? Setelah melakukan pencarian bahan, akhirnya saya memperoleh informasi beberapa desainer web lokal yang menjadi member online marketplace ThemeForrest, dan berikut ini adalah daftarnya.</p>
<h3>#1: Plentong</h3>
<p>Plentong (Dhimas Ronggobramantyo) adalah desainer web lokal yang tinggal di Yogyakarta dan menjadi member ThemeForest sejak April 2009. <strong>Sampai saat ini, Plentong telah men-submit 24 item karya di ThemeForest dan membukukan penjualan sejumlah 1783 dengan total nilai penjualan antara $10.000 s.d. $50.000.</strong> Dengan hasil penjualan tersebut, Plentong termasuk salah satu top author online marketplace ThemeForest (peringkat 35).  Salah satu portfolio-nya yang membukukan penjualan paling tinggi adalah <a title="Clean Blue and Black Mac Style Software" href="http://themeforest.net/item/clean-blue-black-mac-style-software-template/44974" target="_blank">Clean Blue and Black Mac Style Software Template</a> (price: $17, sales: 158 sales). Porfolio item yang telah di-submit Plentong di ThemeForest dapat dilihat pada gambar-gambar berikut:</p>
<p><a href="http://themeforest.net/user/plentong/portfolio"><img class="centerimg" title="Plentong's Portfolio on ThemeForest #1" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/themeforest/plentong-portfolio-lists-part1.png" alt="" width="600" height="692" /></a><a href="http://themeforest.net/user/plentong/portfolio"><img class="centerimg" title="Plentong's Portfolio on ThemeForest #2" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/themeforest/plentong-portfolio-lists-part2.png" alt="" width="600" height="590" /></a><a href="http://themeforest.net/user/plentong/portfolio"><img class="centerimg" title="Plentong's Portfolio on ThemeForest #3" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/themeforest/plentong-portfolio-lists-part3.png" alt="" width="600" height="688" /></a><a href="http://themeforest.net/user/plentong/portfolio"><img class="centerimg" title="Plentong's Portfolio on ThemeForest #4" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/themeforest/plentong-portfolio-lists-part4.png" alt="" width="600" height="397" /></a></p>
<h3>#2: Indonez</h3>
<p>Indonez (note: saya tidak memperoleh data nama aslinya) adalah desainer web lokal yang menawarkan desain web yang unik dan simple. Indonez menjadi member ThemeForest sejak November 2009 dan <strong>sampai  saat ini, telah men-submit 13 item karya di ThemeForest dan  membukukan penjualan sejumlah 1298 dengan total nilai penjualan antara  $10.000 s.d. $50.000</strong>.  Dengan hasil penjualan tersebut, Indonez juga termasuk salah satu top author online markeplace ThemeForest (peringkat  36, satu tingkat di bawah Plentong). Salah satu portfolio-nya yang membukukan penjualan paling tinggi  adalah <a title="Centita: Minimalist Business WordPress Theme" href="http://themeforest.net/item/centita-minimalist-business-wordpress-theme/82640" target="_blank">Centita: Minimalis BusinessWordPress Theme</a> (price: $27,  sales: 399 sales). Porfolio item yang telah di-submit Indonez di  ThemeForest dapat dilihat pada gambar-gambar berikut:</p>
<p><a href="http://themeforest.net/user/Indonez/portfolio"><img class="centerimg" title="Indonez Portfolio on ThemeForest #1" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/themeforest/indonez-portfolio-lists-part1.png" alt="" width="600" height="590" /></a><a href="http://themeforest.net/user/Indonez/portfolio"><img class="centerimg" title="Indonez's Portfolio on ThemeForest #2" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/themeforest/indonez-portfolio-lists-part2.png" alt="" width="600" height="688" /></a></p>
<h3>#3: Faiq Fardian</h3>
<p>Faiq Fardian adalah desainer web lokal yang tinggal  di Yogyakarta dan menjadi member ThemeForest sejak Oktober 2009. <strong>Sampai  saat ini, Faiq Fardian telah men-submit 2 item karya di ThemeForest dan  membukukan penjualan sejumlah 149 dengan total nilai penjualan antara  $1000 s.d. $5000.</strong> Sejauh yang saya ketahui, Faiq Fardian memiliki Web Agency dengan nama <a title="Codepth Web Agency" href="http://www.codepth.com/" target="_blank">Codepth</a>.   Salah satu portfolio-nya yang membukukan penjualan paling tinggi  adalah <a title="Liquid Gallery" href="http://themeforest.net/item/liquid-gallery/73910" target="_blank">Liquid Gallery</a> (harga: $27,  sales: 107 sales). Porfolio item yang telah di-submit Faiq Fardian di  ThemeForest dapat dilihat pada gambar-gambar berikut:</p>
<p><a href="http://themeforest.net/user/faiqfardian/portfolio"><img class="centerimg" title="Faiq Fardian's Portfolio on ThemeForest " src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/themeforest/faidfardian-portfolio-lists.png" alt="" width="600" height="198" /></a></p>
<h3>#4: IMediaPixel</h3>
<p>Tidak banyak informasi yang saya peroleh mengenai identitas IMediaPixel selain menjadi member ThemeForest sejak Juli 2009. <strong>Sampai  saat ini, IMediaPixel telah men-submit 2 item karya di ThemeForest dan  membukukan  penjualan sejumlah 133 dengan total nilai penjualan antara  $1000 s.d.  $5000.</strong> Salah  satu portfolio-nya yang membukukan penjualan paling tinggi  adalah <a title="Majalah" href="http://themeforest.net/item/majalah/79249" target="_blank">Majalah</a> (harga: $27,  sales: 94 sales). Porfolio item yang telah di-submit IMEdiaPixel di  ThemeForest dapat dilihat pada gambar-gambar berikut:</p>
<p><a href="http://themeforest.net/user/imediapixel/portfolio"><img class="centerimg" title="IMediaPixel's Portfolio on ThemeForest " src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/themeforest/imediapixel-portfolio-lists.png" alt="" width="600" height="199" /></a></p>
<h3>Bagaiamana dengan Anda?</h3>
<p>Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tertarik untuk bergabung di online marketplace seperti ThemeForest atau lainnya (WooThemes)? Selain sebagai individu, sebenarnya online marketplace ini juga dapat dimanfaatkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang desain web untuk menjual karya-karyanya. Kalau melihat daftar di atas, hampir semua desainer lokal yang terdaftar di online marketplace ThemeForest adalah member baru (terdaftar mulai tahun 2009) tetapi nilai penjualannya sudah bisa dikatakan lumayan. Tertarik?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualmagz.com/web-design/kiprah-desainer-web-lokal-di-online-marketplace-themeforest/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penggunaan Modal Windows dalam Desain Web</title>
		<link>http://visualmagz.com/web-design/penggunaan-modal-windows-dalam-desain-web/</link>
		<comments>http://visualmagz.com/web-design/penggunaan-modal-windows-dalam-desain-web/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 07:49:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualmagz.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, penggunaan modal windows (modal boxes) dalam desain web sedang menjadi tren. Penggunaan modal windows dalam desain web diadopsi dari karakteristik aplikasi berbasis desktop. Dalam desain web, modal windows banyak digunakan untuk menggantikan penggunaan popup yang dapat menyebabkan pengguna kehilangan fokus pada saat mengunjungi sebuah web karena harus berpindah ke jendela browser baru. Jika menggunakan modal windows, pengguna tidak akan kehilangan fokus karena window yang ditampilkan masih menjadi bagian dari situs web tersebut. Teknologi web terkini seperti jQuery dapat mempermudah para developer/desainer web untuk mengimplementasikan modal dialog dalam sebuah web.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, penggunaan modal windows (modal boxes) dalam desain web sedang menjadi tren. Penggunaan modal windows dalam desain web diadopsi dari karakteristik aplikasi berbasis desktop. Dalam desain web, modal windows banyak digunakan untuk menggantikan penggunaan popup yang dapat menyebabkan pengguna kehilangan fokus pada saat mengunjungi sebuah web karena harus berpindah ke jendela browser baru. Jika menggunakan modal windows, pengguna tidak akan kehilangan fokus karena window yang ditampilkan masih menjadi bagian dari situs web tersebut. Teknologi web terkini seperti jQuery dapat mempermudah para developer/desainer web untuk mengimplementasikan modal dialog dalam sebuah web. Tulisan ini akan memberikan gambaran mengenai penggunaan modal windows dalam desain web.</p>
<h3>Form</h3>
<p>Dalam beberapa website, seringkali ketika pengunjung harus mengisi suatu form (Sign Up, Sign In atau tipe form lainnya), form tersebut akan dimunculkan pada halaman web yang lain atau melalui popup yang dimunculkan dalam jendela browser yang berbeda. Penggunaan modal windows dapat membuat form yang dimunculkan menyatu dengan halaman yang sebelumnya sedang diakses oleh pengguna. Salah satu contoh penggunaan modal windows dalam menampilkan form dapat dilihat pada Contact Form yang ada pada website SprocketHouse.</p>
<p><img class="centerimg" title="Penggunaan Modal Windows dalam Desain Web: Form" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/modal-windows/modal-windows-form.png" alt="" width="550" height="652" /></p>
<h3>Gallery Preview</h3>
<p>Jika sebuah website memiliki fitur gallery, seringkali galerry tersebut memakan ruang yang ada dalam sebuah halaman web karena beberapa item gallery langsung ditampilkan dalam halaman tersebut. Permasalah ini dapat diatasi dengan menggunakan modal windows untuk menampilkan item pertama yang ada dalam gallery kemudian pengguna dapat mengakses item gallery lainnya dengan menu interaktif yang tersedia. Seringkali modal windows juga digunakan untuk melihat preview dari sebuah item yang ada di gallery, baik yang berupa photo maupun theme seperti pada saat kita melihat preview sebuah theme di WordPress.</p>
<p><img class="centerimg" title="Penggunaan Modal Windows dalam Desain Web: Gallery Preview" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/modal-windows/modal-windows-galeri-produk-3.png" alt="" width="550" height="437" /></p>
<p><img class="centerimg" title="Penggunaan Modal Windows dalam Desain Web: Gallery Preview" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/modal-windows/modal-windows-galeri-produk-2.png" alt="" width="550" height="534" /></p>
<p><img class="centerimg" title="Penggunaan Modal Windows dalam Desain Web: Theme Preview" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/modal-windows/modal-windows-galeri-theme.png" alt="" width="550" height="482" /></p>
<h3>Feedback</h3>
<p>Dalam sebuah interaksi, feedback menjadi salah satu komponen yang sangat penting. Feedback dapat menjadi sarana untuk memberitahukan pengguna mengenai status atau kondisi yang sedang terjadi (terkait dengan faktor observabilitas). Salah satu contoh penggunaan feedback dalam desain web adalah untuk menampilkan status mengenai proses upload/download yang sedang dilakukan oleh pengguna. Modal windows juga dapat digunakan untuk keperluan ini.</p>
<p><img class="centerimg" title="Penggunaan Modal Windows dalam Desain Web: Feedback Information" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/modal-windows/278507313481be54e76b6e.png" alt="" width="550" height="408" /></p>
<p><img class="centerimg" title="Penggunaan Modal Windows dalam Desain Web: Feedback Information" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/modal-windows/modal-windows-feedback-info.png" alt="" width="550" height="293" /></p>
<p>Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penggunaan modal windows, dapat membaca artikel berikut ini:</p>
<ol>
<li><a title="MOdal Windows in Modern Web Design" href="http://www.smashingmagazine.com/2009/05/27/modal-windows-in-modern-web-design/" target="_blank">Modal Windows In Modern Web Design</a></li>
<li><a title="33 Examples of Modal Windows in Web Design" href="http://ui-patterns.com/blog/33-examples-of-modal-windows-in-web-design" target="_blank">33 Examples of Modal Windows in Web Design</a></li>
<li><a title="Inspirational Modal Windows in Web Design" href="http://patterntap.com/tap/collection/modal-windows" target="_blank">Inspirational Modal Windows in web design</a></li>
</ol>
<p>Bagaimana menurut pendapat Anda? Selain ketiga hal tersebut, modal windows tepat digunakan di mana saja ketika Anda mendesain web? Silahkan memberikan jawaban Anda melalui fasilitas komentar. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualmagz.com/web-design/penggunaan-modal-windows-dalam-desain-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Framework: Solusi bagi Desainer Web yang Kesulitan dalam Coding</title>
		<link>http://visualmagz.com/web-design/framework-solusi-bagi-desainer-web-yang-kesulitan-dalam-coding/</link>
		<comments>http://visualmagz.com/web-design/framework-solusi-bagi-desainer-web-yang-kesulitan-dalam-coding/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 05:40:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualmagz.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Apakah desainer web harus bisa coding? Pertanyaan ini mungkin sering muncul dalam benak para desainer web. Jika Anda ingin mengetahui jawabannya dan ingin terlibat dalam diskusi mengenai pertanyaan ini silahkan membaca artikel di Jurus Grafis "Desainer Web Harus Bisa Coding?",  artikel Elliot Jay Stocks "Web designers who can’t code", atau artikel di blog clagnut "Why designers should and shouldn't code".]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah desainer web harus bisa coding? Pertanyaan ini mungkin sering muncul dalam benak para desainer web. Jika Anda ingin mengetahui jawabannya dan ingin terlibat dalam diskusi mengenai pertanyaan ini silahkan membaca artikel di Jurus Grafis &#8220;<a title="Desainer Web Harus Bisa Coding?" href="http://jurusgrafis.com/artikel/desainer-web-harus-bisa-coding/" target="_blank">Desainer Web Harus Bisa Coding?</a>&#8220;,  artikel Elliot Jay Stocks &#8220;<a title="Web Designer Who Can't Code" href="http://elliotjaystocks.com/blog/web-designers-who-cant-code/" target="_blank">Web designers who can’t code</a>&#8220;, atau artikel di blog clagnut &#8220;<a title="Why Designers Should and Shouldn't Code" href="http://clagnut.com/blog/2315/" target="_blank">Why designers should and shouldn&#8217;t code</a>&#8220;.</p>
<h3>Apa itu Framework?</h3>
<p>Framework dalam dunia software dapat diartikan sebagai sebuah abstraksi dimana di dalamnya terdapat kode-kode program yang menyediakan fungsi generik yang dapat dikustomisasi oleh pengguna framework sesuai dengan kebutuhannya. Penggunaan framework dapat memberikan berbagai keuntungan, misal:</p>
<ul>
<li> Dapat dilakukan standarisasi proses pengembangan atau development</li>
<li>Developer dapat berkonsentrasi pada masalah-masalah bisnis yang spesifik</li>
<li>Mencegah pekerjaan yang berulang (redundant)</li>
<li>Meningkatkan produktivitas</li>
</ul>
<p>Meski dapat memberikan keuntungan, penggunaan framework juga ada sisi negatifnya, yaitu:</p>
<ul>
<li> Para programmer mungkin akan menemukan batasan-batasan ketika merancang aplikasi menggunakan framework</li>
<li>Kemungkinan akan menambah biaya development apabila framework yg digunakan kurang terdokumentasi dan kurang di support</li>
<li>Performa dan kecepatan eksekusi</li>
</ul>
<p><img class="centerimg" title="Framework Illustration" src="http://www.ci.minnetrista.mn.us/vertical/Sites/%7B4D81CC6D-EB97-4B3E-BCE8-0C281A21CCCC%7D/uploads/%7B3B958BC4-8AAE-496B-9DA2-CFBEE4D81AAD%7D.JPG" alt="" width="491" height="327" /></p>
<p style="text-align: center;">Sumber: City of Minnetrista Website</p>
<h3>Framework Apa Saja yang Dibutuhkan Desainer Web?</h3>
<h3>XHTML/CSS Framework</h3>
<p>XHTML/CSS Framework dapat digunakan oleh desainer web ketika membuat desain dan kemudian menterjemahkan hasil desain yang telah dibuat ke dalam code XHTML/CSS. Saat ini sudah tersedia berbagai macam XHTML/CSS Framework di antaranya <a title="960 Grid System" href="http://960.gs/" target="_blank">960 Grid System</a>, <a title="Blueprint CSS" href="http://www.blueprintcss.org/" target="_blank">Blueprint CSS</a>, <a title="Malo" href="http://code.google.com/p/malo/" target="_blank">Malo</a>, <a title="YUI Grids" href="http://developer.yahoo.com/yui/grids" target="_blank">YUI Grids</a>, <a title="YAML" href="http://www.yaml.de/en/" target="_blank">YAML</a>, <a title="Elastic" href="http://elasticss.com/" target="_blank">Elastic</a>, <a title="Emastic" href="http://code.google.com/p/emastic/" target="_blank">Emastic</a>, <a title="snowdust" href="http://www.wedoui.com/" target="_blank">snowdust</a>, <a title="CSScaffold" href="http://wiki.github.com/anthonyshort/csscaffold" target="_blank">CSScaffold</a>, <a title="Baseline CSS" href="http://baselinecss.com/" target="_blank">Baseline</a>, <a title="EZ-CSS" href="http://www.ez-css.org/" target="_blank">EZ-CSS</a>, <a title="Unobtrusive CSS" href="http://unobtrusivecss.com/" target="_blank">Unobtrusive CSS</a>, <a title="Atatonic" href="http://atatonic.timbenniks.nl/about.html" target="_blank">atatonic</a>, <a title="xCSS Object Oriented CSS Framework" href="http://xcss.antpaw.org/" target="_blank">xCSS</a>, <a title="The Golden Grid" href="http://code.google.com/p/the-golden-grid/" target="_blank">The Golden Grid</a>, dan lain-lain.<br />
<a href="http://960.gs"><img class="centerimg" title="960 Grid System Example" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/960-gs-example.png" alt="" width="461" height="446" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Contoh Website dengan 960 Grid System</p>
<p>Contoh bagaimana menggunakan XHTML/CSS Framework 960 Grid System:</p>
<pre class="brush: xml;">

&lt;div class=&quot;container_12&quot;&gt;
&lt;!-- Header Section --&gt;
&lt;div id=&quot;header&quot; class=&quot;grid_12&quot;&gt;
...
&lt;/div&gt;
&lt;!-- End of Header Section --&gt;

&lt;!-- Main Section --&gt;
&lt;div id=&quot;delicious&quot; class=&quot;grid_3&quot;&gt;
...
&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;content&quot; class=&quot;grid_6&quot;&gt;
...
&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;gallery&quot; class=&quot;grid_3&quot;&gt;
...
&lt;/div&gt;
&lt;!-- End of Main Section --&gt;

&lt;!-- Footer Section --&gt;
&lt;div id=&quot;footer&quot; class=&quot;grid_12&quot;&gt;
...
&lt;/div&gt;
&lt;!-- End of Footer Section --&gt;
&lt;/div&gt;
</pre>
<h3>JavaScript Framework</h3>
<p>JavaScript Framework dapat digunakan oleh desainer web ketika akan menambahkan sisi interaktivitas dalam web. Beberapa sintaks/perintah JavaScript yang rumit dan panjang, dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih sederhana bagi desainer web. Salah satu Javascript Framework yang terkenal adalah <a title="jQuery: The Write Less, Do More" href="http://jquery.com/" target="_blank">jQuery</a>, sedangkan yang lainnya ada <a title="MooTools Javascript Framework" href="http://mootools.net" target="_blank">MooTools</a>, <a title="The Dojo Toolkit Javascript Framework" href="http://www.dojotoolkit.org" target="_blank">The Dojo Toolkit</a>, <a title="Google Web Toolkit Javascript Framework" href="http://code.google.com/webtoolkit/" target="_blank">Google Web Toolkit</a>, <a title="script.aculo.us Javascript Framework" href="http://script.aculo.us" target="_blank">script. aculo.us</a>, <a title="Yahoo! UI Library Javascript Framework" href="http://developer.yahoo.com/yui/" target="_blank">Yahoo! UI Library</a>, dan lain-lain.</p>
<p><a href="http://sixrevisions.com/tutorials/javascript_tutorial/create-a-slick-and-accessible-slideshow-using-jquery/"><img class="centerimg" title="Slideshow using jQuery" src="http://images.sixrevisions.com/2009/05/15-02_slick_accessible_final_result.jpg" alt="" width="550" height="374" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Contoh Tutorial dengan jQuery</p>
<p>Contoh bagaimana menggunakan JavaScript Framework jQuery:</p>
<pre class="brush: jscript;">
 $(document).ready(function(){
   $(&quot;a&quot;).toggle(function(){
     $(&quot;.slide&quot;).animate({ height: 'hide', opacity: 'hide' }, 'slow');
   },function(){
     $(&quot;.slide&quot;).animate({ height: 'show', opacity: 'show' }, 'fast');
   });
 });

 $(document).ready(function(){
   $(&quot;a&quot;).toggle(function(){
     $(&quot;.slide&quot;).hide('fast');
   },function(){
     $(&quot;.slide&quot;).show('slow');

   });
 });
</pre>
<h3>PHP Framework</h3>
<p>PHP Framework dapat digunakan oleh desainer web ketika mereka &#8216;terpaksa&#8217; melakukan coding yang terkait dengan fungsionalitas web seperti akses ke basisdata, pengelolaan session, dan lain-lain. Framework ini juga menyederhanakan code yang harus ditulis oleh desainer web. Contoh PHP Framework adalah <a title="CodeIgniter PHP Framework" href="http://codeigniter.com" target="_blank">CodeIgniter</a>, <a title="Zend Framework" href="http://framework.zend.com" target="_blank">Zend Framework</a>, <a title="PRADO PHP Framework" href="http://pradosoft.com/" target="_blank">Prado</a>, <a title="Cake PHP Framework" href="http://cakephp.org/" target="_blank">CakePHP</a>, <a title="Symfony Web PHP Framework" href="http://www.symfony-project.org/" target="_blank">Symfoni</a> dan lain-lain.</p>
<p><a href="http://www.redesignme.com/"><img class="centerimg" title="Website that Built using CodeIgniter" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/RedesignMe.png" alt="" width="645" height="328" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Contoh Website dengan CodeIgniter</p>
<p>Contoh bagaimana menggunakan PHP Framework CodeIgniter:</p>
<pre class="brush: php;">

&lt;?php

class Book extends Controller {
    function Book()
    {
        parent::Controller();
    }

    function GetAll()
    {
        $this-&gt;load-&gt;model('book_model');
        $data['query'] = $this-&gt;book_model-&gt;book_getall();
        $this-&gt;load-&gt;view('book_view_new',$data);
    }

    function GetByID($id)
    {
        $this-&gt;load-&gt;model('book_model');
        $data['query'] = $this-&gt;book_model-&gt;book_getbyid($id);
        $this-&gt;load-&gt;view('book_view_new',$data);
    }
}
?&gt;
</pre>
<h3>Terlalu Banyak Pilihan?</h3>
<p>Terlalu banyak pilihan ya? Sejauh pengalaman saya, untuk XHTML/CSS Framework saya lebih memilih 960 Grid System, untuk JavaScript Framework saya lebih memilih jQuery, dan untuk PHP Framework saya lebih memilih CodeIgniter. Bagaimana dengan pilihan Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualmagz.com/web-design/framework-solusi-bagi-desainer-web-yang-kesulitan-dalam-coding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Interview dengan I Made Suastika aka Bali Web Creator</title>
		<link>http://visualmagz.com/web-design/interview-dengan-i-made-suastika-aka-bali-web-creator/</link>
		<comments>http://visualmagz.com/web-design/interview-dengan-i-made-suastika-aka-bali-web-creator/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 09:04:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualmagz.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Awal karir saya di bidang web design sebenarnya dimulai secara tidak sengaja, yaitu pada saat ada seorang teman menawarkan saya perkerjaan untuk bantu2 cropping image di perusahaan web developer nya (sebelumnya saya bekerja sebagai teknisi ATM) kira-kira tahun 2002. Disana awal mula saya mengenal photoshop dan kemudian berlanjut mengenal Dreamweaver. Setelah saya jalani beberapa lama ternyata pekerjaan ini membuat saya enjoy, sehingga saya memutuskan untuk focus di bidang web design.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.baliwebcreator.com" target="_blank"><img class="border left" title="Bali Web Creator aka I Made Suastika" src="http://www.baliwebcreator.com/wp-content/uploads/2009/05/made-suastika.jpg" alt="" width="140" height="140" /></a>Bali Web Creator aka I Made Suastika<br />
</strong></p>
<p>Bali Web Creator :<a href="http://www.baliwebcreator.com" target="_blank">http://www.baliwebcreator.com</a></p>
<h3>Bagaimana awalnya Bli Made sampai memutuskan untuk memilih karir sebagai seorang Web designer?</h3>
<p>Awal karir saya di bidang web design sebenarnya dimulai secara tidak sengaja, yaitu pada saat ada seorang teman menawarkan saya perkerjaan untuk bantu2 cropping image di perusahaan web developer nya (sebelumnya saya bekerja sebagai teknisi ATM) kira-kira tahun 2002. Disana awal mula saya mengenal photoshop dan kemudian berlanjut mengenal Dreamweaver. Setelah saya jalani beberapa lama ternyata pekerjaan ini membuat saya enjoy, sehingga saya memutuskan untuk focus di bidang web design.</p>
<p><a href="http://www.baliwebcreator.com"><img class="centerimg" title="Bali Web Creator" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/BaliWebCreator.png" alt="" width="597" height="320" /></a></p>
<h3>Kalau saya perhatikan, banyak Web designer Indonesia maupun manca negara yang memilih bekerja sebagai seorang freelancer dibandingkan bekerja di perusahaan? Bagaimana pandangan Bli terhadap hal tersebut?</h3>
<p>Klo menurut saya, seorang freelancer lebih memiliki kebebasan di<br />
didalam berkreasi sehingga karya-karya yang dihasilkan betul-betul ide mereka tanpa ada intervensi dari atasan. Begitu pula dalam management waktu, mereka dapat memanage waktu mereka sesuai dengan keadaan mereka namun tetap mengikuti tenggat waktu yang diberikan oleh client.</p>
<h3>Bagaimana proses kreatif Bli selama ini mulai dari membuat konsep sampai akhirnya menjadi sebuah web yang siap untuk dipublish/diserahkan ke klien?</h3>
<p>Langkah2nya secara singkat yaitu saya mencari tahu apa keinginan client(baik dair segi design maupun system). Kemudian dilanjutkan dengan membuat draft design untuk dipilih oleh client. Lalu revisi-revisi sedikit di bagian design. Berikutnya adalah mengubah design menjadi file HTML/XHTML untuk dimasukan ke dalam system. Terakhir yaitu membangun system dan upload.</p>
<p><a href="http://www.baliwebcreator.com/selected-estates-of-asia/"><img class="centerimg" title="Selected Estates of Asia" src="http://www.baliwebcreator.com/wp-content/uploads/2009/06/seacollection.jpg" alt="" width="568" height="330" /></a></p>
<p><a href="http://www.baliwebcreator.com/penjor-bali-mandiri/"><img class="centerimg" title="Penjor Bali Mandiri" src="http://www.baliwebcreator.com/wp-content/uploads/2009/10/penjor-bali-mandiri.jpg" alt="" width="569" height="330" /></a></p>
<h3>Dalam proses kreatif, inspirasinya biasanya dari mana dan style apa yang menjadi ciri khas Bli dalam mebuat desain web?</h3>
<p>Inspirasi saya bisa dari mana saja namun kebanyakan dari web2 gallery seperti cssmania.com, thedesigninspiration.com, cssremix.com dsb. Untuk masalah style, tidak ada yang specific namun khusus untuk web pribadi saya, saya ingin memberikan suatu nuansa hijau (itung2 ikutan kampanye GO GREEN).</p>
<h3>Tools apa sajakah yang biasanya Bli gunakan? Apakah ada tips khusus bagi pembaca yang masih bingung dalam memilih tools?</h3>
<p>Untuk masalah tools, kayaknya sama dengan web designer kebanyakan yaitu Photoshop, Illustrator, Dreamweaver serta FLASH. Tips dari saya sih nggak ada, yang penting dalam berkreasi kita bisa menggunakan tools tersebut secara maksimal dan sesuai dengan keperluan.</p>
<p><a href="http://www.baliwebcreator.com/category/portfolio/"><img class="centerimg" title="Bali Island Craft" src="http://www.baliwebcreator.com/wp-content/uploads/2009/05/bali-island-craft.jpg" alt="" width="568" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.baliwebcreator.com/nautilus-diving-bali/"><img class="centerimg" title="Nautilus Diving Bali" src="http://www.baliwebcreator.com/wp-content/uploads/2009/05/nautilus-diving-bali.jpg" alt="" width="568" height="300" /></a></p>
<h3>Bagaimana pengalaman Bli dalam mendapatkan klien? Apakah ada tips khusus untuk pembaca VisualMagz?</h3>
<p>Sejauh ini client saya mengetahui tentang saya dari search engine dan dari mulut ke mulut. Tips saya untuk mendapatkan client sih biasa aja yaitu maksimalkan hasil kerja kita dan sebarkan informasi tentang diri kita melalui fasilitas2 online yang ada seperti search engine, blogs, ataupun melalui web gallery. Klo ada dana lebih bisa juga dengan pasang iklan. He he he..</p>
<h3>Siapa saja yang pernah menjadi klien Bli dan apa tantangan terbesar yang pernah Bli hadapi dalam mengerjakan projek? Bagaimana akhirnya mengatasinya?</h3>
<p>Yang pernah menjadi client saya ada villa, travel, diving, café, property magazine, photography dll. Hampir semua adalah tantangan buat saya. Cara mengatasinya yaitu dengan tidak pernah berhenti untuk terus belajar.</p>
<p><a href="http://www.baliwebcreator.com/property-magazine-indonesia/"><img class="centerimg" title="Property Magazine Indonesia" src="http://www.baliwebcreator.com/wp-content/uploads/2009/10/property-magazine-indonesia.jpg" alt="" width="569" height="330" /></a></p>
<p><a href="http://www.baliwebcreator.com/blue-eyes-cafe/"><img class="centerimg" title="Blue Eyes Cafe" src="http://www.baliwebcreator.com/wp-content/uploads/2009/12/blue-eyes-cafe.jpg" alt="" width="569" height="330" /></a></p>
<p><a href="http://www.baliwebcreator.com/jazz-photograph/"><img class="centerimg" title=" JaZZ Photograph" src="http://www.baliwebcreator.com/wp-content/uploads/2009/05/jazz-photograph.jpg" alt="" width="568" height="300" /></a></p>
<h3>Biasanya proses desain web terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu membuat mockup dan mengkonversi mockup ke XHTML dan CSS? Kalau menurut Bli bagian mana yang paling menyita waktu dan membutuhkan usaha yang lebih?</h3>
<p>Klo menurut saya ada 3 bagian dimana bagian yang terakhir adalah pembuatan systemnya. Dan bagian inilah yang paling banyak menyita waktu terutama untuk website dengan skala yang besar seperti portal dsb. Hal itu dikarenakan kita harus mempelajari terlebih dahulu system yg diinginkan oleh client kita kemudian menuangkannya ke dalam program. Klo bisa saya<br />
ibaratkan seperti membuat alur cerita dalam sebuah film atau novel.</p>
<h3>Biasanya desainer identik dengan Mac, kalau menurut Bli bagaimana?</h3>
<p>Wah kalau saya sih nggak identik sama sekali dengan Mac…soalnya gak punya, habisnya kemahalan dan juga susah makenya. He he he…. Saya sudah terbiasa dengan PC biasa, yang penting ada photoshop dan dreamweaver nya.</p>
<h3>Finally, apa pendapat Bli tentang VisualMagz?</h3>
<p>Menurut saya website ini bagus dan informatif. Keep on moving…..</p>
<blockquote><p><strong>&#8220;Terimakasih kepada Bli I Made Suastika aka Bali Web Creator atas kesediaannya untuk di Interview. Semoga dapat memberi inspirasi bagi para web designer Indonesia lainnya. Salam&#8221;</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualmagz.com/web-design/interview-dengan-i-made-suastika-aka-bali-web-creator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penggunaan Ilustrasi dalam Desain Web</title>
		<link>http://visualmagz.com/web-design/penggunaan-ilustrasi-dalam-desain-web/</link>
		<comments>http://visualmagz.com/web-design/penggunaan-ilustrasi-dalam-desain-web/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 09:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualmagz.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Penggunaan ilustrasi dalam dunia desain web saat ini menjadi sesuatu hal yang populer, bahkan bisa menjadi sebuah tren baru dalam dunia desain web. Ilustrasi dapat menghilangkan kesan 'kaku' dalam desain Web yang selama ini telah berkembang. Selain itu, penggunaan ilustrasi juga dapat menunjukkan bahwa desainer memiliki passion yang lebih ketika mendesain web tersebut. Artikel ini akan mencoba membahas secara ringkas tentang penggunaan ilustrasi dalam web desain.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penggunaan ilustrasi dalam dunia desain web saat ini menjadi sesuatu hal yang populer, bahkan bisa menjadi sebuah tren baru dalam dunia desain web. Ilustrasi dapat menghilangkan kesan &#8216;kaku&#8217; dalam desain Web yang selama ini telah berkembang. Selain itu, penggunaan ilustrasi juga dapat menunjukkan bahwa desainer memiliki passion yang lebih ketika mendesain web tersebut. Artikel ini akan mencoba membahas secara ringkas tentang penggunaan ilustrasi dalam web desain.</p>
<p>Sebelum kita membahas tentang bagaimana penggunaan ilustrasi dalam web desain, Anda bisa membaca artikel-artikel berikut ini untuk mendapatkan gambaran mengenai contoh-contoh penggunaan ilustrasi dalam desain web.</p>
<ul>
<li><a title="30 Creative Example of Illustration in Web Design" href="http://sixrevisions.com/web_design/30-creative-examples-of-illustrations-in-web-design/" target="_blank">30 Creative Examples of Illustrations in Web Design</a></li>
<li><a title="40 Excellent Illustration in Web Design" href="http://www.smashingmagazine.com/2009/02/19/40-excellent-illustrations-in-web-designs/" target="_blank">40 Excellent Illustrations In Web Designs</a></li>
<li><a title="50 Inspiring Abstract Illustration in Web Design" href="http://www.blog.spoongraphics.co.uk/articles/50-inspiring-abstract-illustrations-in-web-design" target="_blank">50 Inspiring Abstract Illustrations in Web Design</a></li>
<li><a title="Illustration in Web Design: 30 Wonderful Examples" href="http://www.designer-daily.com/illustration-in-web-design-30-wonderful-examples-4899" target="_blank">Illustration in Web Design: 30 Wonderful Examples</a></li>
<li><a title="Web Design: Illustration" href="http://abduzeedo.com/web-design-illustration" target="_blank">Web Design: Illustration</a></li>
</ul>
<h3>Dimana Ilustrasi Sebaiknya Digunakan/Ditempatkan?</h3>
<p>Poin pertama yang harus diperhatikan ketika akan menambahkan ilustrasi dalam desain web adalah di mana ilustrasi tersebut akan digunakan/ditempatkan. Best practices menunjukkan bahwa ilustrasi lebih banyak digunakan sebagai background, baik untuk background keseluruhan website (elemen body), maupun untuk bagian header maupun footer.  Penggunaan ilustrasi sebagai background dapat memberikan kesan layout website yang dibuat menjadi tidak terlihat kaku. Selain itu, ilustrasi pada background juga dapat memberikan kesan &#8216;indah/cantik&#8217;.</p>
<h4>Contoh Penggunaan Ilustrasi sebagai Background untuk Layout</h4>
<p><a href="http://www.webdesignerwall.com"><img class="centerimg" title="Contoh Ilustrasi sebagai Background Layout" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/ilustrasi/main-bg.jpg" alt="" width="614" height="377" /></a></p>
<p><a href="http://www.mirasim.com/"><img class="centerimg" title="Contoh Penggunaan Ilustrasi untuk Background Layout" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/ilustrasi/page_top.jpg" alt="" width="613" height="310" /></a></p>
<h3>Seberapa Relevan Ilustrasi dengan Tema/Konten Website?</h3>
<p>Poin kedua yang harus diperhatikan ketika akan menambahkan ilustrasi dalam desain web adalah seberapa jauh ilustrasi tersebut relevan dengan tema/konten website. Jangan sampai menggunakan ilustrasi yang tidak berkaitan dengan tema/konten website.</p>
<p><a href="http://www.baliwebcreator.com/"><img class="centerimg" title="Contoh Penggunaan Ilustrasi di Website" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/ilustrasi/BaliWebCreator.png" alt="" width="655" height="334" /></a></p>
<p><a href="http://www.corvusart.com/"><img class="centerimg" title="Contoh Penggunaan Ilustrasi dalam Desain Web" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/ilustrasi/Corvus.png" alt="" width="605" height="304" /></a></p>
<h3>Seberapa Besar Pengunaan Ilustrasi Berdampak Pada Waktu Loading Website</h3>
<p>Poin ketiga juga tidak kalah penting yaitu seberapa besar pengaruh penggunaan ilustrasi pada waktu loading website. Jangan sampai menggunakan ilustrasi yang sekedar memperindah saja. Bagaimanapun juga tetap harus memperhatikan apakah ilustrasi tersebut mempengaruhi waktu loading konten website atau tidak. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menempatkan ilustrasi sebagai background dari elemen web (konten, header, dll) sehingga konten akan diload terlebih dahulu.</p>
<h4>Contoh Penggunaan Ilustrasi untuk Background pada Elemen Header</h4>
<p><a href="http://www.ndesign-studio.com"><img class="centerimg" title="Penggunaan Ilustrasi sebagai Background pada Header" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/ilustrasi/NDesignStudio-DesignBlogPortfoli-1.png" alt="" width="645" height="325" /></a><br />
<a href="http://octwelve.com/"></a></p>
<p><a href="http://octwelve.com/"><img class="centerimg" title="Penggunaan Ilustrasi dalam Desain Web (Header)" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/ilustrasi/header.jpg" alt="" width="600" height="184" /></a></p>
<p>So, bagaimana menurut Anda? Sebaiknya website Anda menggunakan ilustrasi atau tidak? Jika iya, lalu sebaiknya seperti apa? Mari kita diskusikan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualmagz.com/web-design/penggunaan-ilustrasi-dalam-desain-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desain Menu Dengan Fireworks</title>
		<link>http://visualmagz.com/web-design/desain-menu-dengan-fireworks/</link>
		<comments>http://visualmagz.com/web-design/desain-menu-dengan-fireworks/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 08:10:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>den</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualmagz.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana cara membuat desain menu website yang cantik? berikut ini langkah-langkahnya. Saya menggunakan Adobe Fireworks]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini saya akan menjelaskan langkah-langkah mendesain sebuah menu website. Saya menggunakan Adobe Fireworks, software yang sudah saya pakai ± 3 tahun untuk mendesain website. Desain menu yang kita akan kita bahas ini bergaya modern. Sebagai referensi / inspirasi silahkan baca:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.smashingmagazine.com/2008/02/26/navigation-menus-trends-and-examples/">Navigation Menus: Trends and Examples</a></li>
<li><a href="http://www.smashingmagazine.com/2009/02/04/50-beautiful-and-user-friendly-navigation-menus/">50 Beautiful And User-Friendly Navigation Menus</a></li>
</ul>
<h3>Hasil akhirnya:</h3>
<p><img src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/13-final.png" border="0" alt="Desain Menu Dengan Fireworks" class="border" /></p>
<h3>Langkah Langkah sebagai berikut:</h3>
<p><strong>Langkah #1</strong>. Pertama-tama buatlah sebuah bar dengan &#8220;Rectangle Tool&#8221;<br />
<img src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/01.png" alt="01" class="border" /></p>
<p><strong>Langkah #2</strong>. Kemudian pilih [Gradient] &#8211; [Linear] &#8211; atur 2 warna gradasinya.<br />
<img src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/02.png" alt="02" class="border" /></p>
<p><strong>Langkah #3</strong>. Buatlah 2 buah garis horisontal, masing-masing <em>height :1pixel</em>. Salah satu berwarna lebih terang dan lainnya berwarna lebih gelap. Letakan kedua garis tersebut di bagian bawah bar. Untuk menghemat waktu, copy-paste 2 garis tadi lalu letakkan pula diatas bar.<br />
<img src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/03.png" alt="03" class="border" /></p>
<p><strong>Langkah #4</strong>. Ketikkan <em>menu item</em> yang diinginkan<br />
<img src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/04.png" alt="04" class="border" /></p>
<p><strong>Langkah #5</strong>. Sekarang kita harus membuat pemisah antara setiap <em>menu item</em>. Langkahnya serupa dengan <strong>#3</strong>, yaitu membuat 2 garis, salah satu berwarna lebih terang dan lainnya berwarna lebih gelap, hanya saja kali ini dengan posisi vertikal, masing-masing <em>width:1pixel</em>.<br />
<img src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/05.png" alt="05" class="border" /></p>
<p><strong>Langkah #6</strong>. Kita akan mulai membuat efek <em>mouse hover</em>.<br />
Buatlah bar, menyerupai <strong>langkah #1</strong> dengan <em>width</em> yang menyesuaikan salah satu <em>menu item</em>.<br />
<img src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/06.png" alt="06" class="border" /></p>
<p><strong>Langkah #7</strong>. Kemudian pilih [Gradient] &#8211; [Linear] &#8211; atur 2 warna gradasinya. Catatan: warna lebih gelap dari bar <strong>langkah #1</strong>.<br />
<img src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/08.png" alt="07" class="border" /></p>
<p><strong>Langkah #8</strong>. Membuat efek <em>shadow</em> sebanyak 2 kali, langkahnya sbb: [Filter] &#8211; [Shadow &#038; Glow] &#8211; [Inner Glow].<br />
<img src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/07.png" alt="08" class="border" /> <img src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/10.png" alt="08" class="border" /> </p>
<p><strong>Begini hasil sementara:</strong><br />
<img src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/11.png" alt="hasil sementara" class="border" /></p>
<p><strong>Langkah #9</strong>. Sentuhan akhir adalah dengan memberi efek shadow yang diletakkan di bawah dan diatas menu bar.<br />
<img src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/12.png" alt="09" class="border" /></p>
<h3>Hasil akhirnya:</h3>
<p>Sebuah design menu website sudah selesai!<br />
<img src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/13-final.png" border="0" alt="Desain Menu Dengan Fireworks" class="border" /></p>
<p><strong><a href="http://visualmagz.com/wp-content/uploads/2009/12/menu_final.png.zip">Download file hasil akhir format .PNG Fireworks</a></strong></p>
<p><em>ps: artikel selanjutnya akan dijelaskan tutorial mengubah desain menu ini menjadi css &#038; xhtml</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualmagz.com/web-design/desain-menu-dengan-fireworks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial Desain Website Format Kartunama dengan 960 Grid System</title>
		<link>http://visualmagz.com/web-design/tutorial-desain-website-format-kartunama-dengan-960-grid-system/</link>
		<comments>http://visualmagz.com/web-design/tutorial-desain-website-format-kartunama-dengan-960-grid-system/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 08:01:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualmagz.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa website menggunakan format kartunama? Seperti yang disampaikan oleh Richard di tutorialnya, sekarang ini website dengan format kartu nama sedang tren karena gaya visualnya yang biasanya minimalis dan to the point. Sehingga waktu loading yang di butuhkan lebih cepat di banding website portfolio biasa. Tutorial ini merupakan kelanjutan dari tutorial yang sudah di buat oleh Richard Fang di situs Jurus Grafis dengan judul Merancang Desain Website Seperti Kartunama.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tutorial ini merupakan kelanjutan dari tutorial yang sudah di buat oleh <a title="Richard Fang" href="http://richardfang.com/" target="_blank">Richard Fang</a> di situs <a title="Jurus Grafis" href="http://jurusgrafis.com" target="_blank">Jurus Grafis</a> dengan judul <a title="Merancang Desain Website Seperti Kartu Nama" href="http://jurusgrafis.com/tutorial/merancang-desain-website-seperti-kartunama/" target="_blank">Merancang Desain Website Seperti Kartunama</a>. Saya tertarik untuk menjawab permintaan Richard di akhir tutorialnya.</p>
<blockquote><p>Bagi yang berbaik hati ingin mengkoding website kartunama ini silakan, tolong beritahu saya dan kita bisa bagikan gratis kepada para pembaca Jurus Grafis, mau sekalian di buat tutorial koding nya di blog kamu juga boleh. :) &#8230;</p></blockquote>
<p>Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa website menggunakan format kartunama? Seperti yang disampaikan oleh Richard di tutorialnya, sekarang ini website dengan format kartu nama sedang tren karena gaya visualnya yang biasanya minimalis dan to the point. Sehingga waktu loading yang di butuhkan lebih cepat di banding website portfolio biasa. So, selamat menikmati dan mencoba tutorial ini.</p>
<h3>Langkah 1</h3>
<p>Langkah pertama adalah mendownload template 960 Grid System dari situs resminya (<a title="Download 960 Grid System" href="http://960.gs/files/960_download.zip" target="_blank">http://960.gs/files/960_download.zip</a>). 960 Grid System adalah CSS framework yang dikembangkan oleh Nathan Smith dan menggunakan lebar kolom 960 piksel. CSS framework ini memiliki 2 varian yaitu varian 12 kolom dengan lebar masing-masing kolom 60 piksel dan varian 16 kolom dengan lebar masing-masing kolom 40 piksel, dimana setiap kolomnya memiliki lebar 10 piksel.</p>
<h3>Langkah 2</h3>
<p>Setelah berhasil didownload, maka langkah berikutnya adalah memanggil 960 Grid System dari dokumen XHTML yang telah dibuat. Proses pemanggilan 960 Grid System dapat dilakukan dengan menambahkan tags berikut ini ke dalam bagian head dari dokumen XHTML*:</p>
<pre><code class="html"><span class="keyword">&lt;link rel="stylesheet" type="text/css" media="all" href="css/reset.css" /&gt;
&lt;link rel="stylesheet" type="text/css" media="all" href="css/text.css" /&gt;
&lt;link rel="stylesheet" type="text/css" media="all" href="css/960.css" /&gt;
</span></code></pre>
<p>* Catatan:<br />
Nilai atribut href tergantung lokasi file 960 Grid System dan file dokumen XHTML yang telah dibuat.<br />
Pemanggilan 960 Grid System juga dapat dilakukan melalui dokumen CSS dengan menggunakan perintah @import seperti berikut:</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">@import url(css/reset.css);
@import url(css/text.css);
@import url(css/960.css);
</span></code></pre>
<h3>Langkah 3</h3>
<p>Layout dapat dibuat dengan terlebih dahulu memanggil class selector CSS container dengan format container_XX di mana XX menyatakan varian yang dipakai. Pada tutorial kali ini, varian yang akan digunakan adalah 12 kolom (mengikuti desain mockup yang telah di buat).  Pada kasus website dengan format kartu nama, kita tidak akan menggunakan ke-12 kolom yang ada. Pada kasus ini, kita hanya akan menggunakan 6 kolom sebagai kontainer dari website.</p>
<p>Karena hanya 6 kolom yang digunakan, maka kita perlu ’menghilangkan’ kolom sisanya, baik di kiri maupun kanan (ingat, container yang kita gunakan adalah 12 kolom). Hal ini dapat dilakukan dengan menambahkan nilai prefix_XX (prefix_3) dan suffix_XX (suffix_3) pada atribut class dari grid_6. Selain itu, kita juga harus menghilangkan margin yang ada di samping kiri dan kanan dari grid_6. Untuk melakukan hal ini, kita tinggal menambahkan nilai alpha dan omega. Berikut ini adalah code XHTML untuk grid system.</p>
<pre><code class="html"><span class="keyword">
&lt;div class="container_12"&gt;
    &lt;div class="grid_6 alpha omega prefix_3 suffix_3"&gt;
        …
    &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</span></code></pre>
<h3>Langkah 4</h3>
<p>Setelah selesai menentukan layout dengan menggunakan 960 Grid System, maka langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi struktur dari website. Pada contoh kasus ini, struktur website akan saya bagi menjadi 3, yaitu header, main dan footer. Header akan digunakan untuk konten menu. Main digunakan untuk konten utama (about, works, dan contact). Footer digunakan untuk konten footer (copyright).</p>
<p><a href="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-kartu-nama/content-structure.png"><img class="centerimg" title="Website Content Structure" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-kartu-nama/content-structure-thumb.png" alt="" width="448" height="296" /></a></p>
<p>Berikut ini adalah code XHTML untuk struktur konten website (diletakkan di dalam div grid_6).</p>
<pre><code class="html"><span class="keyword">
&lt;div class="header"&gt;
   ...
&lt;/div&gt;
&lt;div class="main"&gt;&gt;
   ...
&lt;/div&gt;
&lt;div class="footer"&gt;&gt;
   ...
&lt;/div&gt;
</span></code></pre>
<h3>Langkah 5</h3>
<p>Langkah selanjutnya adalah membuat dokumen XHTML dan CSS rule untuk bagian header yang digunakan untuk konten menu. Untuk membuat konten menu, saya menggunakan unordered list. Unordered list ini akan diletakkan di dalam layer menu (div id=”menu”). Code XHTML-nya adalah sebagai berikut.</p>
<pre><code class="html"><span class="keyword">
&lt;div id="menu"&gt;
   &lt;ul&gt;
      &lt;li&gt;&lt;a href="index.html"&gt;About&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;&lt;a href="works.html"&gt;Works&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;&lt;a href="contact.html"&gt;Contact&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
   &lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
</span></code></pre>
<p>CSS rule yang dibuat untuk mengatur header ada beberapa bagian. Bagian pertama digunakan untuk mengatur area header yang diatur dengan menggunakan class selector header. CSS property yang digunakan adalah untuk mengatur margin, lebar, tinggi dan background dari bagian header. Code CSS rulenya adalah sebagai berkut.</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">
.header {
    margin-top: 145px;
    background: url(../images/header-card.png) no-repeat;
    width: 500px;
    height: 60px;
}
</span></code></pre>
<p>Setelah membuat CSS rule untuk bagian header, maka langkah selanjutnya adalah membuat CSS rule untuk konten menu. Yang pertama adalah membuat CSS rule untuk layer menu.</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">
#menu {
   width: 460px;
   margin-left: 20px;
   padding: 0px;
}
</span></code></pre>
<p>Kemudian dilanjutkan dengan membuat CSS rule untuk mengatur menu yang dibuat dengan unordered list. Agar list item yang ada penyajiannya tidak menurun (inline) seperti list item biasa, maka digunakan CSS property float dengan nilai left. Selain itu juga harus di atur agar list item tidak ditampilkan dengan bullet standar, dengan menambahkan CSS property list-style-type dan dengan nilai none.</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">ul {
   margin: 0px;
   padding: 0px;
}
ul li  {
   float: left;
   width: 134px;
   height: 31px;
   list-style-type: none;
   margin: 22px 0 0 15px;
   text-align: center;
   font: bold italic 15px Georgia;
   background: url(../images/bg-menu.png) no-repeat;
   padding-top: 4px;
}
</span></code></pre>
<p>Konten menu digunakan sebagai hyperlink, maka perlu diatur juga bagaimana CSS rule untuk menunjukkan menu yang sedang aktif. Code CSS-nya adalah sebagai berikut.</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">ul li a {
   text-decoration: none;
   color: #fff;
}
ul li.aktif {
   background: url(../images/bg-menu-aktif.png) no-repeat;
}
</span></code></pre>
<p>Hasil langkah ini adalah sebagai berikut</p>
<p><a href="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-kartu-nama/hasil-header-menu.png"><img class="centerimg" title="Hasil Desain Bagian Menu" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-kartu-nama/hasil-header-menu-thumb.png" alt="" width="448" height="261" /></a></p>
<h3>Langkah 6</h3>
<p>Setelah bagian header selesai, langkah selanjutnya adalah membuat dokumen XHTML dan CSS rule untuk bagian main. Bagian ini akan digunakan untuk konten utama (about, works, dan contact). Untuk konten about terdiri dari elemen image, heading dan paragraf. Code XHTML untuk konten about adalah sebagai berikut.</p>
<pre><code class="html"><span class="keyword">&lt;div id="content"&gt;
   &lt;img src="images/merapi-at-sunset.jpg" alt="Merapi at Sunset" /&gt;
   &lt;h1&gt;Halo Teman!&lt;/h1&gt;
   &lt;p&gt;Nama saya &lt;strong&gt;Richard Fang&lt;/strong&gt;, sangat menikmati proses rancang website, khusus nya dari sisi tampilan antar muka dan penggunaan.&lt;/p&gt;
   &lt;p&gt;Tidak bisa hidup tanpa Gmail, Google Reader dan Twitter. Sering menghabiskan waktu mengarungi samudra informasi.&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
</span></code></pre>
<p>Bagian konten works digunakan untuk menampikan portfolio yang berupa gambar dan navigasi. Code XHTML-nya adalah sebagai berikut.</p>
<pre><code class="html"><span class="keyword">&lt;div id="content"&gt;
   &lt;img src="images/merapi-at-sunset.jpg" alt="Merapi at Sunset" /&gt;
   &lt;img src="images/merapi-at-sunset.jpg" alt="Merapi at Sunset" /&gt;
   &lt;img src="images/merapi-at-sunset.jpg" alt="Merapi at Sunset" /&gt;
   &lt;img src="images/merapi-at-sunset.jpg" alt="Merapi at Sunset" /&gt;
   &lt;div id="nav"&gt;
      &lt;img src="images/btn-prev-off.png" alt="Prev" /&gt;
      &lt;img src="images/btn-next.png" alt="Next" /&gt;
   &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</span></code></pre>
<p>Bagian konten contact digunakan untuk menampikan formulir bagi pengunjung jika ingin mengirimkan pesan. Code XHTML-nya adalah sebagai berikut.</p>
<pre><code class="html"><span class="keyword">&lt;div id="content"&gt;
   &lt;h1&gt;Kirim Pesan&lt;/h1&gt;
   &lt;form&gt;
      &lt;p&gt;&lt;label for="name"&gt;Name&lt;/label&gt;
         &lt;input type="text" size="46" /&gt;&lt;/p&gt;
      &lt;p&gt;&lt;label for="email"&gt;Email&lt;/label&gt;
         &lt;input type="text" size="46" /&gt;&lt;/p&gt;
      &lt;p&gt;&lt;label for="message"&gt;Message&lt;/label&gt;
         &lt;textarea rows="5" cols="35"&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/p&gt;
      &lt;input type="submit" value="Send!" /&gt;
   &lt;/form&gt;
&lt;/div&gt;
</span></code></pre>
<p>CSS rule yang dibuat untuk mengatur bagian main ada beberapa bagian. Bagian pertama digunakan untuk mengatur area main yang diatur dengan menggunakan class selector main. CSS property yang digunakan adalah untuk mengatur padding, lebar, tinggi dan background dari bagian main. Code CSS rulenya adalah sebagai berikut.</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">.main {
   background: url(../images/bg_content.png) no-repeat;
   height: 330px;
   width: 500px;
   padding-top: 10px;
}
</span></code></pre>
<p>Bagian selanjutnya adalah CSS rule untuk mengatur bagian layer content. Code CSS rulenya adalah sebagai berikut.</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">#content {
   background: url(../images/bg-content.png) no-repeat;
   width: 426px;
   margin-left: 35px;
   padding: 10px 20px 20px 20px;
}
</span></code></pre>
<p>Selanjutnya adalah CSS rule yang digunakan untuk mengatur elemen dari dokumen XHTML yang ada dimasing-masing dokumen. Untuk dokumen about terdiri dari image, heading dan paragraf. Code CSS rulenya adalah sebagai berikut.</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">img {
   width: 150px;
   height: 200px;
   border: 4px solid #fff;
   float: left;
   margin-right : 10px;
   margin-bottom: 4px;
   margin-top: 4px;
}

h1 {
   font: bold 36px Geogia;
   color: #c13a3a;
}

p{
   font: normal 14px Geogia;
   color: #989898;
   padding-right: 20px;
   margin: 14px;
}

strong {
   color: #000;
}
</span></code></pre>
<p>Untuk dokumen works terdiri dari image (thumbnail) dan navigasi. Code CSS rulenya adalah sebagai berikut.</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">.thumb {
   border: none;
   margin: 0px;
   padding: 4px;
   float: left;
   width: 90px;
   height: 222px;
}

#nav {
   clear: both;
   width: 426px;
   padding-top: 10px;
}

.left {
   width: 15px;
   height: 25px;
   float: left;
   border: none;
}

.right {
   width: 15px;
   height: 25px;
   float: right;
   border: none;
   margin-right: 35px;
}
</span></code></pre>
<p>Untuk dokumen contact terdiri dari elemen label, input, dan text area. Code CSS rulenya adalah sebagai berikut.</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">label {
   float: left;
   width: 70px;
}

input, textarea {
   padding: 3px;
   border: 1px solid #989898;
}

.button {
   border: none;
   float: right;
   margin-right: 40px;
   font: bold 16px Geogia;
   color: #fff;
   width: 75px;
   height: 32px;
   background: url(../images/bg-button.png) no-repeat;
}
</span></code></pre>
<p>Hasil dari langkah ini adalah sebagai berikut.</p>
<p><a href="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-kartu-nama/hasil-about.png"><img class="centerimg" title="Hasil Desain Bagian About" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-kartu-nama/hasil-about-thumb.png" alt="" width="448" height="261" /></a></p>
<p><a href="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-kartu-nama/hasil-works.png"><img class="centerimg" title="Hasil Desain Bagian Works" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-kartu-nama/hasil-works-thumb.png" alt="" width="448" height="261" /></a></p>
<p><a href="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-kartu-nama/hasil-contact.png"><img class="centerimg" title="Hasil Desain Bagian Contact" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-kartu-nama/hasil-contact-thumb.png" alt="" width="448" height="261" /></a></p>
<h3>Langkah 7</h3>
<p>Langkah terakhir adalah membuat dokumen XHTML dan CSS rule untuk bagian footer. Code XHTML untuk konten footer adalah sebagai berikut.</p>
<pre><code class="html"><span class="keyword">&lt;div&gt;
   &lt;p&gt;&amp;copy; 2009 Jurus Grafis. All Rights Reserved.&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
</span></code></pre>
<p>CSS rulesnya adalah sebagai berikut.</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">.footer p {
   margin-top: 10px;
   text-align: center;
   font: 14px Geogia;
   color: #989898;
}
</span></code></pre>
<p>Hasil akhirnya adalah sebagai berikut</p>
<p><a href="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-kartu-nama/hasil-final.png"><img class="centerimg" title="Hasil Akhir" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-kartu-nama/hasil-final-thumb.png" alt="" width="448" height="261" /></a></p>
<p>Preview hasil tutorial dapat Anda lihat dengan mengklik di <a title="Preview Hasil Tutorial" href="http://visualmagz.com/tutorial/tutorial-2-960gs/index.html" target="_blank">sini</a>, dan untuk mendownload filenya silahkan klik di <a title="Download File Tutorial" href="http://visualmagz.com/tutorial/tutorial-2-960gs/web-kartu-nama.rar">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualmagz.com/web-design/tutorial-desain-website-format-kartunama-dengan-960-grid-system/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesian Web Design Showcase: 960 Grid System</title>
		<link>http://visualmagz.com/web-design/indonesian-web-design-showcase-960-grid-system/</link>
		<comments>http://visualmagz.com/web-design/indonesian-web-design-showcase-960-grid-system/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 06:22:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualmagz.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini akan mencoba menyajikan daftar beberapa website di Indonesia yang sudah menggunakan 960 Grid System. 960 Grid System adalah CSS framework yang dikembangkan oleh Nathan Smith dan menggunakan lebar kolom 960 piksel. CSS framework ini memiliki 2 varian yaitu varian 12 kolom dengan lebar masing-masing kolom 60 piksel dan varian 16 kolom dengan lebar masing-masing kolom 40 piksel, dimana setiap kolomnya memiliki lebar 10 piksel.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="960 Grid System" href="http://960.gs" target="_blank">960 Grid System</a> adalah CSS framework yang dikembangkan oleh Nathan Smith dan menggunakan lebar kolom 960 piksel. CSS framework ini memiliki 2 varian yaitu varian 12 kolom dengan lebar masing-masing kolom 60 piksel dan varian 16 kolom dengan lebar masing-masing kolom 40 piksel, dimana setiap kolomnya memiliki lebar 10 piksel.</p>
<p>Tulisan ini akan mencoba menyajikan daftar beberapa website di Indonesia yang sudah menggunakan 960 Grid System. Ide tulisan ini muncul ketika saya iseng-iseng melihat source HTML situs <a title="NavinoT Website" href="http://www.navinot.com" target="_blank">NavinoT</a> yang baru saja berganti <a title="Tampang Baru NavinoT" href="http://www.navinot.com/2009/10/20/tampang-baru-nominasi-baru/" target="_blank">tampilan</a> dari menu View Page Source-nya Firefox. Ketika saya tau bahwa situs NavinoT menggunakan CSS framework 960 Grid System, maka terbersit ide untuk membuat daftar website Indonesia yang sudah mengunakan CSS framework ini.</p>
<p>Proses membuat daftar ini ternyata tidak mudah. Selain dibantu oleh Google, saya mengunjungi website dari beberapa teman yang saya follow di Twitter lalu saya View Page Source-nya. Jika memang ternyata menggunakan 960 Grid System, maka saya capture menggunakan Addons Firefox ScreenGrab. Setelah melakukan hunting selama beberapa jam, hanya website ini yang bisa saya temukan (selain NavinoT dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, karena saya sudah mengetahui kalau kedua website ini menggunakan 960 Grid System).  Hal ini membuat saya bertanya-tanya apakah CSS Framework baik 960 Grid System, maupun yang lainnya seperti <a title="Blueprint CSS" href="http://www.blueprintcss.org/" target="_blank">Blueprint CSS</a> belum banyak digunakan oleh para web designer Indonesia. Mungkin ada pembaca yang bisa berbagi informasi untuk menjawab pertanyaan ini.</p>
<h3>Universitas Atma Jaya Yogyakarta</h3>
<p><a href="http://www.uajy.ac.id"><img class="centerimg" title="Universitas Atma Jaya Yogyakarta" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-showcase-960-id/uajy.png" alt="" width="500" height="219" /></a></p>
<h3>NavinoT</h3>
<p><a href="http://www.navinot.com"><img class="centerimg" title="NavinoT" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-showcase-960-id/navinot.png" alt="" width="500" height="290" /></a></p>
<h3>DagDigDug</h3>
<p><a href="http://www.dagdigdug.com"><img class="centerimg" title="DagDigDug" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-showcase-960-id/dagdigdug.png" alt="" width="500" height="274" /></a></p>
<h3>Muhammad Zamroni (+ Jengjeng Matriphe!)</h3>
<p><a href="http://zamroni.net"><img class="centerimg" title="Muhammad Zamroni" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-showcase-960-id/zamroni.png" alt="" width="500" height="221" /></a></p>
<p><a href="http://jengjeng.matriphe.com/"><img class="centerimg" title="Jengjeng Matriphe" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/web-showcase-960-id/jengjeng-matriphe.png" alt="" width="500" height="295" /></a></p>
<p>Dari daftar di atas, kebanyakan memilih menggunakan format 960 Grid System yang 12 kolom. Yang menggunakan format 16 kolom hanya NavinoT .</p>
<p><img class="border" title="12 Column 960 Grid System" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/960-gs/960_grid_12_col.png" alt="" width="265" height="265" />   <img class="border" title="16 Column 960 Grid System" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/960-gs/960_grid_16_col.png" alt="" width="265" height="265" /></p>
<p>Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, saya mengalami kesulitan untuk membuat daftar ini. So mungkin jika ada pembaca yang bisa menambahkan daftar ini silahkan memberikan informasinya melalui fasilitas komentar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualmagz.com/web-design/indonesian-web-design-showcase-960-grid-system/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsep Skinning dalam Desain Web</title>
		<link>http://visualmagz.com/web-design/konsep-skinning-dalam-desain-web/</link>
		<comments>http://visualmagz.com/web-design/konsep-skinning-dalam-desain-web/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 15:45:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualmagz.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Konsep skinning dalam desain web dapat diartikan sebagai cara untuk membuat sebuah web memiliki berbagai macam skin/dekorasi/theme yang dapat dipilih oleh webmaster/pengunjung sesuai dengan preferensinya masing-masing. Hal ini dapat dianalogikan dengan telepon genggam yang memiliki mesin yang sama tetapi dapat diganti-ganti casing/cover-nya sesuai dengan preferensi pengguna/pemilik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Pengertian Konsep Skinning</h3>
<p>Konsep skinning dalam desain web dapat diartikan sebagai cara untuk membuat sebuah web memiliki berbagai macam skin/dekorasi/theme yang dapat dipilih oleh webmaster/pengunjung sesuai dengan preferensinya masing-masing. Hal ini dapat dianalogikan dengan telepon genggam yang memiliki mesin yang sama tetapi dapat diganti-ganti casing/cover-nya sesuai dengan preferensi pengguna/pemilik. Konsep skinning dalam desain web dapat dilakukan dengan memisahkan  antara konten (dokumen XHTML) dengan penyajiannya atau dekorasinya (dokumen CSS) (lihat Gambar di bawah). Pendekatan ini berbeda dengan konsep desain web sebelumnya yang menyertakan cara untuk mengatur suatu elemen HTML/XHTML disajikan secara langsung melalui atribut elemen tersebut. Pendekatan lama ini tentu saja tidak fleksibel dan merepotkan karena setiap kali kita ingin mengubah style dalam dokumen web, kita harus mengubahnya satu per satu. </p>
<p><img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/skinning-concept/VisualMagz.png" alt="VisualMagz - Skinning Concept" /></p>
<h3>CSS Zen Garden</h3>
<p>Salah satu Website yang seringkali dijadikan contoh atau referensi ketika membahas konsep skinning dalam desain web adalah<a title="CSS Zen Garden" href="http://csszengarden.com" target="_blank"> CSS Zen Garden</a>.  Pada website ini, pengunjung dapat memilih sendiri skin/dekorasi/theme yang diinginkan sesuai preferensinya. Web designer juga dapat berpartisipasi dengan mengirimkan skin/dekorasi/theme hasil karya mereka. Pilihan skin/dekorasi/theme yang tersedia saat ini  sudah ada ratusan yang beberapa contohnya dapat dilihat pada gambar-gambar di bawah ini.<br />
<a title="Tranquille" href="http://www.csszengarden.com/?cssfile=001/001.css" target="_blank"><img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/skinning-concept/csszengarden-original.png" alt="Tranquille" /></a></p>
<p><a title="Spring Time" href="http://www.csszengarden.com/?cssfile=083/083.css" target="_blank"><img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/skinning-concept/csszengarden-grass.png" alt="Spring Time" /></a></p>
<p><a title="Faded Flower" href="http://www.csszengarden.com/?cssfile=186/186.css" target="_blank"><img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/skinning-concept/csszengarden-green-flower.png" alt="Faded Flower" /></a></p>
<p><a title="Orchid Beauty" href="http://www.csszengarden.com/?cssfile=211/211.css" target="_blank"><img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/skinning-concept/csszengarden-orchid.png" alt="Orchid Beauty" /></a></p>
<p><a title="Sakura" href="http://www.csszengarden.com/?cssfile=208/208.css" target="_blank"><img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/skinning-concept/csszengarden-sakura.png" alt="Sakura" /></a></p>
<p><a title="Lonely Flower" href="http://www.csszengarden.com/?cssfile=190/190.css" target="_blank"><img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/skinning-concept/csszengarden-single-flower.png" alt="Lonely Flower" /></a></p>
<h3>Manfaat Penggunaan Skinning</h3>
<p>Konsep skinning dalam desain web memberikan berbagai manfaat, baik bagi web designer maupun pengunjung website. Bagi seorang web designer, skinning dapat meningkatkan produktifitas karena mereka dapat menggunakan dokumen CSS yang dijadikan skin sebagai template/framework untuk mengerjakan berbagai projek yang berbeda. Hal ini tentu saja akan mengurangi waktu pengembangan sebuah website, dan ujung-ujungnya projek yang dapat dikerjakan dapat menjadi lebih banyak.</p>
<p>Bagi pengunjung website, konsep skinning dapat membantu pengunjung merasa nyaman ketika mengunjungi suatu website karena mereka dapat memilih skin/dekorasi/theme yang sesuai dengan preferensi mereka. Jika pengunjung lebih suka website yang dikunjungi bernuansa alam, maka pengunjung dapat memilih skin/dekorasi/theme yang sesuai seperti gambar di bawah misalnya.</p>
<p><a title="Kyoto Forest" href="http://www.csszengarden.com/?cssfile=207/207.css" target="_blank"><img class="centerimg" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/skinning-concept/csszengarden-kyoto-forest.png" alt="Kyoto Forest" /></a></p>
<p>Manfaat ini tentu saja memiliki trade-off yaitu pihak pengelola website harus menyajikan banyak pilihan.  Bagaimana dengan website Anda? Apakah sudah menyediakan fitur skinning bagi pengguna? Atau hanya masih sekedar fitur bagi Anda sebagai pengelola web? Jika belum, kira-kira menurut Anda worth it atau tidak menambahkan fitur ini bagi pengunjung?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualmagz.com/web-design/konsep-skinning-dalam-desain-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial Membangun Layout Website dengan Grid System</title>
		<link>http://visualmagz.com/web-design/tutorial-membangun-layout-website-dengan-grid-system/</link>
		<comments>http://visualmagz.com/web-design/tutorial-membangun-layout-website-dengan-grid-system/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 08:54:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sigit</dc:creator>
				<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualmagz.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Tutorial ini akan menjelaskan langkah-langkah dasar membangun layout website dengan memanfaatkan CSS Framework (960 Grid System varian 12 kolom dengan lebar masing-masing kolom 60 piksel) dan XHTML.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu tahap yang memakan waktu lama pada saat membangun sebuah website adalah ketika membuat desain visual website (mockup) dan mengkonversi desain visual tersebut ke dalam CSS dan XHTML. Pada tutorial yang terdahulu (<a title="Tutorial Dasar Desain Website dengan Grid System" href="http://visualmagz.com/web-design/tutorial-dasar-desain-website-dengan-grid-system/" target="_blank">Tutorial Dasar Desain Website dengan Grid System</a>), telah dijelaskan bagaimana mendesain website menggunakan CSS Framework. CSS framework digunakan karena mampu mempercepat proses pembuatan desain visual website dan juga konversi desain visual website tersebut ke dalam CSS dan XHTML. Hal ini dikarenakan sudah ada panduan yang disediakan oleh CSS framework, baik ketika melakukan proses pembuatan desain visual maupun ketika mengkonversi desain visual tersebut ke dalam CSS dan XHTML. Tutorial ini akan menjelaskan langkah-langkah dasar membangun layout website dengan memanfaatkan CSS Framework (960 Grid System varian 12 kolom dengan lebar masing-masing kolom 60 piksel) dan XHTML. Desain Website yang akan dikonversi menjadi dokumen CSS dan XHTML adalah sebagai berikut:</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="centerimg border" title="VisualMagz Mockup dengan Grid System" src="http://i678.photobucket.com/albums/vv143/visualmagz/mockup-tuts-1/tut-mockup-960gs-basic-thumb-1.png" alt="VisualMagz Mockup dengan Grid System" width="500" height="426" /><p class="wp-caption-text">VisualMagz Mockup dengan Grid System</p></div>
<p><strong>Step 1</strong><br />
Langkah pertama adalah mendownload template 960 Grid System dari situs resminya (<a title="960 Grid System" href="http://960.gs/files/960_download.zip" target="_blank">http://960.gs/files/960_download.zip</a>). 960 Grid System adalah CSS framework yang dikembangkan oleh Nathan Smith dan menggunakan lebar kolom 960 piksel. CSS framework ini memiliki 2 varian yaitu varian 12 kolom dengan lebar masing-masing kolom 60 piksel dan varian 16 kolom dengan lebar masing-masing kolom 40 piksel, dimana setiap kolomnya memiliki lebar 10 piksel.</p>
<p><strong>Step 2</strong><br />
Stelah berhasil didownload, maka langkah berikutnya adalah memanggil 960 Grid System dari dokumen XHTML yang telah dibuat. Proses pemanggilan 960 Grid System dapat dilakukan dengan menambahkan tags berikut ini ke dalam bagian head dari dokumen XHTML*:</p>
<pre><code class="html"><span class="keyword">
&lt;link rel="stylesheet" type="text/css" media="all" href="css/reset.css" /&gt;
&lt;link rel="stylesheet" type="text/css" media="all" href="css/text.css" /&gt;
&lt;link rel="stylesheet" type="text/css" media="all" href="css/960.css" /&gt;
</span></code></pre>
<p>* Catatan:<br />
Nilai atribut href tergantung lokasi file 960 Grid System dan file dokumen XHTML yang telah dibuat.</p>
<p>Pemanggilan 960 Grid System juga dapat dilakukan melalui dokumen CSS dengan menggunakan perintah @import seperti berikut:</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">
@import url(css/reset.css);
@import url(css/text.css);
@import url(css/960.css);
</span></code></pre>
<p><strong>Step 3</strong><br />
Layout dapat dibuat dengan terlebih dahulu memanggil class selector CSS container dengan format container_XX di mana XX menyatakan varian yang dipakai (container_12). Setelah itu kita tinggal memanggil class selector CSS grid dengan format grid_XX untuk membuat kolom-kolomnya. Jika ingin menghilangkan margin kiri dari suatu kolom, dapat dilakukan dengan menambahkan alpha (grid_XX alpha). Sedangkan untuk menghilangkan margin kanan dapat dilakukan dengan menambahkan omega (grid_XX omega). Untuk membuat layout sesuai dengan desain yang telah dihasilkan pada tutorial sebelumnya, maka kode/tags XHTML-nya adalah sebagai berikut:</p>
<pre><code class="html"><span class="keyword">
&lt;div class="container_12"&gt;
&lt;!-- Header Section --&gt;
&lt;div id="header" class="grid_12"&gt;
...
&lt;/div&gt;
&lt;!-- End of Header Section --&gt;

&lt;!-- Main Section --&gt;
&lt;div id="delicious" class="grid_3"&gt;
...
&lt;/div&gt;
&lt;div id="content" class="grid_6"&gt;
...
&lt;/div&gt;
&lt;div id="gallery" class="grid_3"&gt;
...
&lt;/div&gt;
&lt;!-- End of Main Section --&gt;

&lt;!-- Footer Section --&gt;
&lt;div id="footer" class="grid_12"&gt;
...
&lt;/div&gt;
&lt;!-- End of Footer Section --&gt;
&lt;/div&gt;
</span></code></pre>
<p>Kode/tags di atas sudah menyertakan atribut id untuk setiap bagian layout yang nantinya akan diatur style-nya melalui kode CSS.</p>
<p><strong>Step 4</strong><br />
Setelah layout terbentuk, maka langkah selanjutnya adalah menambahkan elemen yang dibutuhkan ke dalam bagian dokumen XHTML dan mengatur style-nya melalui CSS. Untuk bagian header, elemen yang ditambahkan adalah image logo Visualmagz. Berikut ini adalah kode XHTML dan CSS untuk bagian header:</p>
<p>XHTML</p>
<pre><code class="html"><span class="keyword">
&lt;img src="images/visualmagz-logo.png" alt="VISUALmagz: Your Creative Booster" /&gt;
</span></code></pre>
<p>CSS</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">
#header {
margin-top: 20px;
margin-bottom: 20px;
border-bottom: 5px solid #cc9966;
}
</span></code></pre>
<p>Untuk bagian delicious (sidenotes), elemen yang ditambahkan adalah heading dan list untuk menampilkan item sidenotes. Berikut ini adalah kode XHTML dan CSS untuk bagian delicious:</p>
<p>XHTML</p>
<pre><code class="html"><span class="keyword">
h2&gt;Delicious&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#"&gt;Lorem Ipsum&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque dictum. Fuscerisus massa, posuere at&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#"&gt;Lorem Ipsum&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque dictum. Fuscerisus massa, posuere at&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#"&gt;Lorem Ipsum&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque dictum. Fuscerisus massa, posuere at&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#"&gt;Lorem Ipsum&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque dictum. Fuscerisus massa, posuere at&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#"&gt;Lorem Ipsum&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque dictum. Fuscerisus massa, posuere at&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</span></code></pre>
<p>CSS</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">
#delicious {
float: left;
}
#delicious h2 {
color: #6b000a;
margin: 0px;
padding: 0px;
font: normal 20px "Trebuchet MS", Arial, Helvetica, sans-serif;
border-bottom: 3px solid #cccccc;
}
#delicious ul {
margin:0px;
padding:0px;
background-color: #f0f0f0;
border-bottom: 3px solid #cccccc;
}
#delicious ul li {
margin: 0px;
padding: 5px 5px 0 10px;
font: bold 12px Arial, Helvetica, sans-serif;
text-align:left;
list-style:none;
display:block;
color: #000;
}
#delicious ul li a {
text-decoration:none;
color:#000000;
}
#delicious ul li p {
padding: 0 0 5px 0;
font: normal 11px Arial, Helvetica, sans-serif;
border-bottom: 1px solid #ffffff;
}
</span></code></pre>
<p>Untuk bagian content, elemen yang ditambahkan adalah heading untuk judul artikel, keterangan tentang publikasi artikel (meta data), thumbnail image yang mewakili artikel, dan paragraph yang berisi artikel. Berikut ini adalah kode XHTML dan CSS untuk bagian content:</p>
<p>XHTML</p>
<pre><code class="html"><span class="keyword">
&lt;h2&gt;Lorem Ipsum Dolor Sit Amet&lt;/h2&gt;
&lt;div class="meta"&gt;Published: 26 March 2008 - Category: Music&lt;/div&gt;
&lt;div class="thumb"&gt;
&lt;img src="images/thumbnail.png" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Curabitur ac elit cursus eros blandit cursus. Mauris non justo. Etiam interdum euismod nisi. Mauris nec turpis. Nunc eleifend diam sed nisl. Vestibulum convallis sagittis erat. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas. Nulla at ipsum. Nullam odio sem, pellentesque vitae, fermentum eu, feugiat eget, felis. Pellentesque habitant morbi&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Curabitur ac elit cursus eros blandit cursus. Mauris non justo. Etiam interdum euismod nisi. Mauris nec turpis. Nunc eleifend diam sed nisl. Vestibulum convallis sagittis erat.&lt;/p&gt;
</span></code></pre>
<p>CSS</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">
#content {
float: left;
}
#content h2 {
margin: 0px;
padding: 0px;
font: normal 20px "Trebuchet MS", Arial, Helvetica, sans-serif;
border-bottom: 3px solid #cccccc;
width: auto;
color: #6b000a;
display:block;
}
#content .meta {
font: normal 11px Arial, Helvetica, sans-serif;
color: #999999;
border-bottom: 1px solid #cccccc;
padding: 5px 0 5px 10px;
background-color: #f0f0f0;
}
#content p {
font: normal 12px Arial, Helvetica, sans-serif;
line-height: 150%;
}
#content .thumb {
margin: 10px 0 5px 0;
padding: 0px;
}
#content .thumb img {
width: 120px;
float: left;
margin-right: 10px;
padding: 4px;
border: 1px solid #cccccc;
}
</span></code></pre>
<p>Untuk bagian gallery, elemen yang ditambahkan adalah heading dan gambar. Berikut ini adalah kode XHTML dan CSS untuk bagian gallery:</p>
<p>XHTML</p>
<pre><code class="html"><span class="keyword">
&lt;h2&gt;Galleries&lt;/h2&gt;
&lt;div class="separator"&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="gallery_thumb"&gt;
&lt;img src="images/thumbnail.png" /&gt;
&lt;img src="images/thumbnail.png" /&gt;
&lt;img src="images/thumbnail.png" /&gt;
&lt;/div&gt;
</span></code></pre>
<p>CSS</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">
#gallery {
float: left;
}
#gallery h2 {
margin: 0px;
padding: 0px;
font: normal 20px "Trebuchet MS", Arial, Helvetica, sans-serif;
color: #6b000a;
display:block;
}
#gallery .separator {
height: 32px;
background: transparent url('../images/separator.png') no-repeat top left;
}
#gallery .gallery_thumb {
margin: 10px 0 5px 0;
padding: 0px;
}
#gallery .gallery_thumb img {
width: 190px;
float: left;
margin: 4px 10px 0 0;
padding: 4px;
border: 1px solid #cccccc;
}
</span></code></pre>
<p>Untuk bagian footer, elemen yang ditambahkan adalah paragraph. Berikut ini adalah kode XHTML dan CSS untuk bagian footer:</p>
<p>XHTML</p>
<pre><code class="html"><span class="keyword">
&lt;p&gt;Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Curabitur ac elit cursus eros blandit cursus.&lt;br /&gt;
&amp;copy; 2009 VISUALmagz.com&lt;/p&gt;
</span></code></pre>
<p>CSS</p>
<pre><code class="css"><span class="keyword">
#footer {
margin: 10px 0 0 10px;
height: 88px;
background-color: #cc9966;
}

#footer p {
padding: 25px;
font: normal 12px Arial, Helvetica, sans-serif;
line-height: 150%;
}
</span></code></pre>
<p><strong>Hasil Akhir</strong><br />
Hasil akhir dari tutorial ini dapat dilihat di <a title="Layout Website dengan Grid System" href="http://visualmagz.com/tutorial/tutorial-1-960gs/" target="_self">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualmagz.com/web-design/tutorial-membangun-layout-website-dengan-grid-system/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
