Apa itu fotografi macro? Menurut Wikipedia dan beberapa sumber lain, istilah fotografi macro diartikan sebagai teknik fotografi untuk mencapture objek, khususnya objek-objek kecil secara close-up sehingga hasilnya dapat terlihat dengan jelas dan detail jika dibandingkan dengan teknik fotografi yang biasa (fotografi micro). Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana fotografi macro dapat dilakukan? Fotografi macro dapat dilakukan dengan menggunakan lensa kamera yang memang dirancang khusus untuk fotografi macro atau dengan memanfaatkan fitur macro atau super macro yang ada dalam beberapa seri kamera digital. Pada artikel ini akan ditunjukkan bagaimana perbandingan hasil fotografi macro dengan lensa khusus atau fitur bawaan yang sudah ada di kamera digital.
Fotografi Macro dengan Lensa Khusus
Oke, sekarang kita lihat dahulu cara yang pertama, yaitu fotografi macro dengan menggunakan lensa khusus. Salah satu contoh lensa yang digunakan untuk fotografi macro adalah Canon EF 100mm f/2.8 USM Macro yang dapat Anda gunakan pada kamera DSLR Anda.

Bagaimanakah hasil fotografi macro dengan menggunakan lensa ini? Beberapa foto berikut adalah hasil fotografi macro yang dilakukan dengan menggunakan lensa di atas.




Fotografi Macro dengan Fitur Macro atau Super Macro
Seperti telah disebutkan di atas, selain dengan lensa khusus, fotografi macro juga dapat dilakukan dengan menggunakan fitur fotografi macro atau super macro yang sudah ada (bilt-in) di kamera digital. Salah satu kamera digital yang menyediakan fitur ini adalah Canon S5 IS.

Hasil fotografi macro dengan cara ini dapat dilihat dari foto-foto berikut.






Summary
Fotografi macro mampu mencapture keindahan objek, khususnya objek-objek kecil secara jelas dan detail. Ada beberapa faktor teknis yang dapat mempengaruhi hasil fotografi macro ini, seperti Depth of Field dan Lighting. Depth of Field yang tepat dapat membuat objek yang difoto secara close-up fokusnya dapet sehingga semakin menambah keindahan objek. Sementara lighting yang tepat juga akan mempengaruhi hasil, karena ketika kita melakukan fotografi macro, jarak antara lensa dengan objek sangat dekat sehingga hal ini dapat menyebabkan kurangnya lighting.
Tapi, lama-lama makro bosenin juga ya? Mungkin perlu eksplorasi subjek yang lebih unik untuk bisa menghasilkan foto yang distingtif.
IMHO.
betul juga sih Mas, karena subjek/objek macro kebanyakan adalah bunga dan serangga…
mungkin Mas Daus atau pembaca lain ada ide, kira2 subjek/objek apa selain serangga dan bunga yang menarik untuk dieksplorasi dalam fotografi macro?
Kalau makro saya justru suka dengan yg mikroorganisme model bakteri, atau virus. Ternyata bentuknya unik2 :)
Mungkin bisa jadi genre fotografi baru? :)