Iman Brotoseno (Indonesia Film Director and Photographer)
Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do … (source: blog.imanbrotoseno.com)
Mas Iman, kalau saya lihat di website Mas Iman, Mas Iman ‘mendeklarasikan diri’ sebagai underwater photographer, apakah ada alasan khusus mengapa memilih bidang ini?
Indonesia sebagai negara kepulauan terluas di dunia memiliki potensi kekayaan dan keindahan alam bawah lautnya, termasuk diantaranya kehidupan terumbu karang dan keanekaragaman hayatinya. Hanya saja, dokumentasi mengenai eksplorasi bawah laut sebagian besar masih dilakukan oleh bangsa asing. Hal ini patut disayangi, mengingat jika National Geographics, di tahun tahun mendatang hanya memfokuskan untuk melakukan eksplorasi di wilayah Afrika, Indonesia dan Papua Nuigini. Ini menunjukkan justru orang asing sendiri yang pada akhirnya memiliki dokumentasi kekayaan alam bawah laut Indonesia.
Saya tergerak untuk lebih mendalami bidang yang masih sedikit sekali digeluti photographer bangsa sendiri.


Dari pengalaman Mas Iman selama menjadi underwater photographer, apa sih perbedaan yang paling mencolok antara bidang ini dengan bidang photography lainnya?
Fotografer bawah laut harus memiliki kemampuan menyelam yang baik. Bahkan diatas rata rata. Saya menyelam diatas seratus kali baru berani membawa kamera ke bawah laut. Ditambah hal hal yang bisa membuat stress ketika melakukan pemotretan seperti, arus air – current, ombak. Seorang fotografer harus membebaskan dari rasa kuatir ketika ia memasuki dunia bawah laut. Tidak seperti pemotretan di darat yang bisa dilakukan seharian penuh tanpa beristirahat. Memotret di dalam air mempunyai batasan batasan waktu yang disesuaikan dengan profile penyelaman kita. Dalam menyelam kita tergantung dengan jumlah pasokan udara di tabung yang kita bawa. Sebagaimana prinsip penyelaman, bahwa semakin dalam kita menyelam, konsumsi kebutuhan oksigen semakin cepat dan boros yang dikarenakan tekanan air laut yang semakin besar pula. Sehingga dengan rata rata waktu penyelaman sekitar 1 jam saja, seorang kameramen penyelam harus sudah kembali kepermukaan, dan mempunyai surface interval yang cukup sebelum bisa kembali menyelam. Mengapa membutuhkan masa istirahat atau interval yang cukup? Karena udara yang kita hirup dari tabung, tidak berisi oksigen murni melainkan kombinasi campuran dengan nitrogen (umumnya kadar oksigen hanya 21 % dan sisanya 79 % terdiri dari nitrogen). Semakin lama dan semakin dalam kita menyelam , semakin banyak pula kadar nitrogen yang terserap ke dalam tubuh kita, sehingga kita membutuhkan beberapa waktu baik di safety stop setidaknya 5 meter dibawah air sebelum kembali kepermukaan, atau ketika sudah berada di permukaan. Ini untuk memberikan nitrogen yang terserap ke dalam tubuh perlahan mengalir keluar dari tubuh kita. Logikanya semakin lama kita menyelam , berarti akumalasi nitrogen yang terserap di tubuh kita semakin banyak, dan hal ini bisa berakibat fatal jika tidak terbuang keluar, seperti kelumpuhan bahkan kematian.
Untuk masalah gadget gimana Mas Iman? Gadget seperti apa yang harus disiapkan untuk melakukan underwater photography?
Masalah gadget, yang pasti harus memiliki camera housing (tergantung jenis camera, dari compact camera sampai DSLR). Kemudian lampu strobe (flash). Jenis kamera. Jaman dahulu kamera bawah air dibuat khusus. Namun sesuai perkembangan jaman, sekarang kamera yang biasa dipakai di darat (pocket, DSLR/ SLR , compact) bisa dibawa ke bawah laut dengan memakai housing khusus. Untuk jenis housing DSLR/SLR , memakai port yang berbeda untuk pemakaian lensa yang berbeda pula.
Apa saja tantangan yang dihadapi oleh Mas Iman ketika melakukan sesi underwater photography?
Karena sebuah seni dari underwater photography adalah bagaimana memadukan menyelam dengan kemampuan teknis mengambil gambar dengan kamera. Sebagai contoh, seorang penyelam berpengalaman akan mampu mengatur persediaan udara di tabungnya selama mungkin dengan pola pernafasan tertentu, bagaimana bermanuver di bawah air sambil membawa kamera seandainya timbul arus deras, sampai bagaimana bisa mendekati obyek hewan tanpa membuat mereka lari menghindar. Juga mengatur framing sebuah object, sambil mengatur posisi badan agar bisa bertahan stabil, tidak naik turun yang tentu saja akan membuat gambar menjadi shaking atau tidak stabil. Pengetahuan tentang habitat dunia bawah laut. Apakah biota ini menyengat atau tidak. Hewan buas atau tidak, Sebagian ikan hanya keluar pada waktu dan jam tertentu dari persembunyiannya di balik karang. Memotret biota yang pemalu kadang bisa membuat frustasi. Banyak membaca tentang literature biota bawah laut serta bantuan pemandu lokal kita akan mendapatkan foto-foto yang bagus. Pencahayaan merupakan teknik yang paling sulit. Perlu diketahui karena prinsip prinsip dasar spectrum cahaya sinar matahari yang masuk ke dalam air, membuat sebagian warna perlahan lahan menghilang semakin dalam kita menyelam. Warna merah akan menghilang di kedalam 5 meter, lalu kuning di kedalaman 10 meter, sampai akhirnya tinggal warna biru dan hijau saja diatas kedalaman 18 meter. Untuk itu diperlukan sumber cahaya untuk memunculkan kembali warna warna yang hilang. Saya memakai 2 buah strobe untuk wide angle, sementara macro bisa butuh satu lampu, walau kadang kita bisa mengkombinasikan dengan dua lampu strobe yang berbeda intensitas kekuatan cahayanya. Untuk wide angle, kita harus mengkombinasikan antara avalailable light (cahaya matahari yang masuk) dengan fill in dari lampu strobe. Karena cahaya hanya bisa merambat dalam jarak pendek di dalam air. Kita tidak mungkin menerangi seluruh area.
Misal ada pembaca yang ingin melakukan sesi underwater photography, tips dari Mas Iman apa saja?
Waktu pemotretan di bawah laut, sangat tergantung dengan kondisi laut itu sendiri seperti sinar matahari, visibility atau jarak pandang, arus, serta waktu yang tepat. Kita harus tahu musim atau prediksi cuaca pada saat penyelaman dilakukan. Visibility di dasar laut,bisa suatu saat hanya berkisar 3 meter tetapi disuatu waktu dalam kondisi yang lain, bisa mencapai jarak katakanlah 40 meter. Tentu saja semakin bagus visibility akan membuat gambar yang dihasilkan semakin indah .Menurut pengalaman saya, mengambil gambar wide adalah pagi hari, ketika pasokan cahaya matahari berlimpah. Karena jika semakin siang dan sore, pasokan intensitas cahaya matahari sudah mulai berkurang , dan kondisi air laut juga sudah menjadi low tide atau surut, yang membuat banyak partikel partikel terangkat sehingga bisa air cenderung keruh dan membuat visibility berkurang. Pemfocusan akurat kadang sulit dilakukan, karena refraksi sinar dibawah air yang membuat obyek tampak lebih dekat dan lebih besar dari aslinya. Hal itu harus diperhitungkan. Saya sering memakai manual focus atau auto. Pemotretan juga bisa dilakukan dengan mode manual , atau dengan mode aperture priority (prioritas pada diafragma) yang dianjurkan untuk mendapatkan depth of field terbaik memotret wide angle.
Ide eksperimen underwater photography seperti apa nih yang menjadi impian/rencana Mas Iman?
Idea apa/eksperimen apa yang ingin dilakukan? Sepertinya banyak. Karena ide ide itu tak ada batasnya. Mulai dari simpel sampai hal hal yang dianggap ‘ gila ‘ atau mustahil. Di luar negeri, umumnya photography under water tidak melulu laut. Sudah merupakan bidang disain advertising. Lihat saja web sitenya http://www.zenaholloway.com/zena.html.
Last question nih Mas… Bagaimana komentar Mas Iman tentang situs VisualMagz.com?
Situs yang bermanfaat, karena memang masih sedikit situs yang memberikan inspirasi tentang dunia creative. Sepertinya pas dengan tagline ‘ your creative booster ‘.
Terimakasih banyak atas kesediaan Mas Iman Brotoseno untuk berbagi ilmu tentang Underwater Photography.




[...] This post was mentioned on Twitter by VISUALmagz. VISUALmagz said: Interview dengan Mas Iman Brotoseno tentang Underwater Photography: – http://tinyurl.com/3y5gos3 [...]
oks bgt…..::>
mas iman klo boleh tau sebelum mas menjadi seorang underwater photographer, apakah mas iman mengikuti kursus atau pelatihan2 khusus untuk underwater photography??