Apakah desainer web harus bisa coding? Pertanyaan ini mungkin sering muncul dalam benak para desainer web. Jika Anda ingin mengetahui jawabannya dan ingin terlibat dalam diskusi mengenai pertanyaan ini silahkan membaca artikel di Jurus Grafis “Desainer Web Harus Bisa Coding?“, artikel Elliot Jay Stocks “Web designers who can’t code“, atau artikel di blog clagnut “Why designers should and shouldn’t code“.
Apa itu Framework?
Framework dalam dunia software dapat diartikan sebagai sebuah abstraksi dimana di dalamnya terdapat kode-kode program yang menyediakan fungsi generik yang dapat dikustomisasi oleh pengguna framework sesuai dengan kebutuhannya. Penggunaan framework dapat memberikan berbagai keuntungan, misal:
- Dapat dilakukan standarisasi proses pengembangan atau development
- Developer dapat berkonsentrasi pada masalah-masalah bisnis yang spesifik
- Mencegah pekerjaan yang berulang (redundant)
- Meningkatkan produktivitas
Meski dapat memberikan keuntungan, penggunaan framework juga ada sisi negatifnya, yaitu:
- Para programmer mungkin akan menemukan batasan-batasan ketika merancang aplikasi menggunakan framework
- Kemungkinan akan menambah biaya development apabila framework yg digunakan kurang terdokumentasi dan kurang di support
- Performa dan kecepatan eksekusi
Sumber: City of Minnetrista Website
Framework Apa Saja yang Dibutuhkan Desainer Web?
XHTML/CSS Framework
XHTML/CSS Framework dapat digunakan oleh desainer web ketika membuat desain dan kemudian menterjemahkan hasil desain yang telah dibuat ke dalam code XHTML/CSS. Saat ini sudah tersedia berbagai macam XHTML/CSS Framework di antaranya 960 Grid System, Blueprint CSS, Malo, YUI Grids, YAML, Elastic, Emastic, snowdust, CSScaffold, Baseline, EZ-CSS, Unobtrusive CSS, atatonic, xCSS, The Golden Grid, dan lain-lain.

Contoh Website dengan 960 Grid System
Contoh bagaimana menggunakan XHTML/CSS Framework 960 Grid System:
<div class="container_12"> <!-- Header Section --> <div id="header" class="grid_12"> ... </div> <!-- End of Header Section --> <!-- Main Section --> <div id="delicious" class="grid_3"> ... </div> <div id="content" class="grid_6"> ... </div> <div id="gallery" class="grid_3"> ... </div> <!-- End of Main Section --> <!-- Footer Section --> <div id="footer" class="grid_12"> ... </div> <!-- End of Footer Section --> </div>
JavaScript Framework
JavaScript Framework dapat digunakan oleh desainer web ketika akan menambahkan sisi interaktivitas dalam web. Beberapa sintaks/perintah JavaScript yang rumit dan panjang, dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi lebih sederhana bagi desainer web. Salah satu Javascript Framework yang terkenal adalah jQuery, sedangkan yang lainnya ada MooTools, The Dojo Toolkit, Google Web Toolkit, script. aculo.us, Yahoo! UI Library, dan lain-lain.
Contoh Tutorial dengan jQuery
Contoh bagaimana menggunakan JavaScript Framework jQuery:
$(document).ready(function(){
$("a").toggle(function(){
$(".slide").animate({ height: 'hide', opacity: 'hide' }, 'slow');
},function(){
$(".slide").animate({ height: 'show', opacity: 'show' }, 'fast');
});
});
$(document).ready(function(){
$("a").toggle(function(){
$(".slide").hide('fast');
},function(){
$(".slide").show('slow');
});
});
PHP Framework
PHP Framework dapat digunakan oleh desainer web ketika mereka ‘terpaksa’ melakukan coding yang terkait dengan fungsionalitas web seperti akses ke basisdata, pengelolaan session, dan lain-lain. Framework ini juga menyederhanakan code yang harus ditulis oleh desainer web. Contoh PHP Framework adalah CodeIgniter, Zend Framework, Prado, CakePHP, Symfoni dan lain-lain.
Contoh Website dengan CodeIgniter
Contoh bagaimana menggunakan PHP Framework CodeIgniter:
<?php
class Book extends Controller {
function Book()
{
parent::Controller();
}
function GetAll()
{
$this->load->model('book_model');
$data['query'] = $this->book_model->book_getall();
$this->load->view('book_view_new',$data);
}
function GetByID($id)
{
$this->load->model('book_model');
$data['query'] = $this->book_model->book_getbyid($id);
$this->load->view('book_view_new',$data);
}
}
?>
Terlalu Banyak Pilihan?
Terlalu banyak pilihan ya? Sejauh pengalaman saya, untuk XHTML/CSS Framework saya lebih memilih 960 Grid System, untuk JavaScript Framework saya lebih memilih jQuery, dan untuk PHP Framework saya lebih memilih CodeIgniter. Bagaimana dengan pilihan Anda?


wah kalo saya baru mengenal 960 grid dan jquery, sedangkan PHP framework baru tahu heheheh . thanks kang infonya
Wah mas! Bukannya malah tambah bikin pusing klo ga tau dasarnya terlebih dahulu.
Contohnya kaya gini framework 960.gs pada class container_12 atau container_16 biasa digunakan sebagai parent element sedangkan children elemennya seperti .grid_5 dsb memiliki property>> float: left.
Biasanya apabila children elemennya memiliki properti “float: left” si parent elemennya kan suka dikasih property: “overflow: hidden” agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat dari float element. Overflow hidden saya masukan secara manual karena tidak ada dari sumbernya. Andaikan saja kita masih buta akan code CSS, mungkin akan membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan solusinya.
Apakah tidak terlalu advance buat web designer untuk bermain Codeigniter ?
Nice article anyway :)
@problogger:
sama-sama
@Arya:
seorang desainer web tentu saja perlu tau konsep dasar tentang CSS… sejauh pengalaman saya selama melakukan pekerjaan desain dan coding, ketika saya belum menggunakan framework waktu saya habis untuk masalah CSS positioning, terlebih ketika menggunakannya untuk mengatur layout web site… css framework dapat membantu saya mempersingkat proses pengaturan layout sehingga saya bisa lebih fokus ke pengaturan tipografi, dll… problem positioning di 960.gs baisanya saya atasi dengan membuat class clear (clear:both) sehingga floatingnya tidak mengganggu layout, selain itu kita juga dapat menggunakan prefix atau suffix juntuk mengatur layout-nya sesuai dengan desain kita…
btw, justru kalau menurut saya penggunaan CodeIgniter akan mempermudah kita belajar PHP karena banyak fungsi atau sintaks di PHP yang sudah dibungkus untuk menyembunyikan fungsi/sintaks PHP yang rumit dan kompleks…
@Sigit:
Sepertinya saya salah tangkap. Daya tangkap desainer web mungkin lebih peka terhadap coding dibandingkan desainer grafis. Tapi entahlah, mungkin pengalaman setiap orang berbeda-beda :D
Saya juga sempat sering menggunakan 960.gs tapi sekarang jadi CSScaffold tapi ga sering juga gara2 Opera sering gagal merender CSS yang di cache.
Tapi tetep mas CI sepertinya terlalu advance :D. Atau mungkin kedepan klo tidak merepotkan, gimana klo posting tips and trik menggunakan Framework :D
Thx
Aku pernah pakai CI untuk web Tukarduid. Tapi waktu itu 20% pengunjung komplain trouble dan aku cari masalahnya di session CI.
Aku coba oper ke forum dan ternyata beberapa mengalami hal sama dan disarankan pakai module session pihak 3.
Tapi ga juga menyelesaikan masalah.
Dulu pakai Prado ga ada masalah dan lancar. Sayang Prado berat banget.
Ini lagi coba Yii dari pembuat Prado yang di klaim jauh lebih ringan daripada Prado.
Secara dokumentasi CI memang jauh lebih lengkap. Tapi karena sudah kena masalah tanpa jalan keluar jadi males pakai CI lagi.
Yah sekedar share pengalaman :D
Heh? Ternyata ada juga ta yang buat CSS? Selama ini bikin sendiri disupport ama copas style orang :D Coba aaah..
Makasih ^^
[...] Framework: Solusi bagi Desainer Web yang Kesulitan dalam Coding [...]
Coba DooPHP framework, rasakan pengalaman baru dengan MVC yg cepat